Tingkatkan Mutu Pembelajaran Al-Qur’an, Penyuluh KUA Bugul Kidul Bina Guru TPQ Metode Yanbu’a

  • KUA_BUGULKIDUL
  • Disukai 0
  • Dibaca 54 Kali
Penuh antusias, Guru TPQ fokus ikuti pembinaan

Dalam upaya memperkuat kualitas pengajaran Al-Qur’an dan karakter santri, Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Bugul Kidul, Ustadz M. Ainul Yaqin, S.Pd., menggelar kegiatan Pembinaan Guru Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) pengguna Metode Yanbu'a. Kegiatan yang mengusung tema "Peningkatan Mutu Pembelajaran Al-Qur’an melalui Metode Yanbu’a" ini berlangsung khidmat di Masjid Al-Hikmah pada Ahad (25/1).

Dalam paparan pembukanya, Ustadz Ainul Yaqin menyoroti tantangan besar yang dihadapi bangsa saat ini, yakni degradasi atau kemerosotan akhlak dan budi pekerti di kalangan generasi muda. Menurutnya, TPQ memiliki peran strategis sebagai benteng pertahanan moral anak bangsa.


“TPQ bukan sekadar tempat belajar baca tulis Al-Qur’an. Lebih dari itu, TPQ adalah kawah candradimuka untuk mencetak generasi yang sholeh-sholihah, berbakti, dan berprestasi,” tegasnya di hadapan puluhan asatidz dan asatidzah.

Beliau juga menekankan bahwa kurikulum TPQ harus mengintegrasikan pembelajaran akhlak mulia sebagaimana kepribadian Rasulullah SAW. Mengutip hadits tentang karakter Nabi, beliau menjelaskan bahwa “Kana khuluquhul Qur’an”—akhlak Nabi adalah Al-Qur’an itu sendiri. Oleh karena itu, guru TPQ dituntut tidak hanya mentransfer ilmu, tetapi juga menjadi teladan (uswah) adab bagi para santrinya.

Pendalaman Materi Ghorib

Selain penguatan karakter, peserta juga dibekali dengan materi teknis pembelajaran Yanbu’a Jilid 6 yang berfokus pada bacaan Ghorib (bacaan yang cara membacanya tidak sesuai dengan tulisannya). Ustadz Ainul Yaqin membedah secara mendalam teknik pelafalan yang benar sesuai kaidah tajwid, meliputi:

Isymam ialah  mencampurkan dlommah pada sukun dengan memoncongkan bibir..

Ikhtilas: Membaca harakat dengan cepat dan samar sehingga suaranya tinggal dua pertiga harokat.

Tashil: membaca Hamzah diantara Hamzah dan Alif.

Ibdal: mengganti Hamzah dengan huruf Mad

Imalah: mencondongkan Alif mendekati kepada Ya.

Saktah: Berhenti sejenak sekedar 1 Alif tanpa bernafas.

Kegiatan ini diharapkan mampu menyeragamkan kompetensi guru TPQ di wilayah Pasuruan agar kualitas bacaan Al-Qur’an para santri semakin tajam dan diiringi dengan budi pekerti yang luhur.(AIN)



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *