Tanamkan Nilai Al-Qur’an dan Sunnah, Kemenag Kopas Bekali Siswa SMPN 6 Kota Pasuruan dengan Jiwa Kepemimpinan Islami
Menjadi pemimpin bukan sekadar soal keberanian mengambil keputusan, tetapi juga tentang menjaga amanah, memberikan teladan, dan menghadirkan manfaat bagi sesama. Nilai-nilai inilah yang ditanamkan kepada 40 siswa pengurus dan anggota OSIS SMPN 6 Kota Pasuruan melalui pembinaan rohani dalam kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS).
Kegiatan tersebut menghadirkan Muhammad Nafik, S.Psi., Penyuluh Agama Islam KUA Panggungrejo, Kementerian Agama Kota Pasuruan, sebagai narasumber. Mengusung tema “Menguatkan Iman, Memperindah Akhlak, Menggapai Rida Allah: Menjadikan Al-Qur’an dan Sunnah sebagai Pedoman dalam Kehidupan dan Berorganisasi,” pembinaan ini bertujuan memperkuat karakter kepemimpinan siswa yang berlandaskan nilai-nilai Islam.
Dalam materinya, Muhammad Nafik menegaskan bahwa kepemimpinan bukan semata-mata tentang jabatan atau kewenangan, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan integritas.
“Pemimpin yang baik bukan hanya mampu memberikan arahan, tetapi juga harus mampu memberikan teladan. Amanah harus dijaga, perkataan harus santun, dan setiap keputusan hendaknya mempertimbangkan kebaikan bersama. Jadikan Al-Qur’an dan Sunnah sebagai pedoman dalam bersikap, bertindak, dan berorganisasi,” pesannya kepada para peserta.
Ia juga mengajak para pengurus dan anggota OSIS menjadikan organisasi sebagai ruang pembelajaran untuk mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai seperti musyawarah, persaudaraan, kepedulian, sikap saling menghargai, dan kerja sama perlu diwujudkan dalam setiap kegiatan maupun interaksi di lingkungan sekolah.
Menurutnya, keberhasilan seorang pemimpin muda tidak hanya terlihat dari kemampuannya menjalankan program kerja, tetapi juga dari sikap, akhlak, dan kemampuannya membawa pengaruh positif bagi orang-orang di sekitarnya.
Pembina OSIS SMPN 6 Kota Pasuruan, Nunuk Wahyu Winarni, S.Pd., turut berperan dalam pendampingan siswa selama proses pembinaan. Sinergi antara pendidikan karakter di sekolah dan penguatan nilai-nilai keagamaan diharapkan mampu membentuk generasi muda yang tidak hanya cakap berorganisasi, tetapi juga memiliki kepribadian yang santun dan bertanggung jawab.
Melalui pembinaan rohani dalam rangka LDKS ini, para peserta diharapkan mampu menerapkan nilai-nilai Al-Qur’an dan Sunnah dalam kehidupan pribadi maupun organisasi. Dengan demikian, kepemimpinan siswa dapat tumbuh tidak hanya melalui keterampilan mengelola organisasi, tetapi juga melalui penguatan iman, kemuliaan akhlak, dan komitmen untuk memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.
