Seru dan Inspiratif! BRUS KUA Bugul Kidul Bangun Karakter Remaja di SMK MUTU Pasuruan

  • BIMAS
  • Disukai 2
  • Dibaca 67 Kali

Tim Fasilitator KUA Bugul Kidul menggelar kegiatan BRUS (Bimbingan Remaja Usia Sekolah) di SMK Muhammadiyah Satu (MUTU) Kota Pasuruan dengan mengusung konsep pembelajaran interaktif berbasis permainan edukatif (12/02). Kegiatan yang berlangsung penuh antusias tersebut diikuti para siswa dengan semangat dan partisipasi aktif sejak awal hingga akhir sesi.

BRUS kali ini dikemas melalui empat permainan utama yang bertujuan membangun kesadaran diri, memperkuat karakter, serta membekali remaja dengan nilai-nilai Islami yang relevan dengan tantangan zaman. Fasilitator utama, Mohammad Fatih Syirojul Haq, memandu jalannya kegiatan secara komunikatif dan menyenangkan. Ia didampingi Ustadz Ainul Yaqin, Ustadz Badrul Huda, Ustadz Sulthon, Ustadzah Laila, dan Ustadzah Laili yang turut memberikan pendampingan intensif kepada para peserta.

Permainan pertama, “Mengenali Diri”, menjadi pembuka kegiatan. Pada sesi ini, siswa diajak memahami potensi, kelebihan, serta kekurangan diri masing-masing melalui aktivitas reflektif dan diskusi kelompok. Suasana yang cair dan terbuka mendorong para peserta berani menyampaikan pandangan serta pengalaman pribadi, sekaligus menyadari bahwa setiap individu memiliki keunikan dan peran penting dalam kehidupan.

Selanjutnya, pada game kedua bertajuk “Jembatan Harapan”, peserta diminta menggambarkan cita-cita dan harapan masa depan mereka. Melalui pendekatan simbolik, siswa membangun “jembatan” yang menghubungkan kondisi saat ini dengan impian yang ingin diraih. Fasilitator menekankan pentingnya perencanaan yang matang, usaha yang konsisten, doa, serta dukungan lingkungan dalam mewujudkan harapan tersebut. Sesi ini tidak hanya memotivasi, tetapi juga menumbuhkan optimisme dan semangat pantang menyerah.

Game ketiga mengangkat tema “Tantangan dan Problematika Remaja Masa Kini”. Peserta diajak mengidentifikasi berbagai persoalan yang kerap dihadapi remaja, seperti pengaruh pergaulan, media sosial, krisis percaya diri, hingga tekanan akademik. Diskusi berlangsung dinamis dengan partisipasi aktif para siswa. Tim fasilitator memberikan arahan dan solusi berbasis nilai-nilai agama serta pendekatan rasional, sehingga peserta memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif dalam menyikapi persoalan kehidupan.

Sebagai penutup, game keempat bertajuk “RQQ (Remaja Qeren Qur’ani)” menjadi sesi yang paling inspiratif. Dalam kegiatan ini, siswa diajak memahami bahwa menjadi remaja keren bukan sekadar soal penampilan atau popularitas, melainkan tentang akhlak mulia, kecerdasan, serta kedekatan dengan Al-Qur’an dan keteladanan Nabi. Melalui kuis interaktif dan tantangan kelompok, peserta didorong menjadikan nilai-nilai Qur’ani sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

Mohammad Fatih Syirojul Haq menegaskan bahwa BRUS bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan upaya nyata dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, tangguh, dan berlandaskan nilai-nilai keislaman. “Kami ingin remaja tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga matang secara emosional dan spiritual,” ujarnya.

Kegiatan BRUS di SMK MUTU Kota Pasuruan ini mendapat respons positif dari para siswa maupun pihak sekolah. Dengan metode yang partisipatif, edukatif, dan menyenangkan, kegiatan ini diharapkan menjadi bekal berharga bagi remaja dalam menghadapi tantangan masa depan serta tumbuh sebagai generasi Qur’ani yang membanggakan. (FAT)



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *