Sambut Ramadan, Majelis Taklim Bustanul Ulum Tutup Pengajian dengan Pemantapan Fikih Puasa
Pengajian rutin mingguan Majelis Taklim Bustanul Ulum resmi ditutup sementara dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadan. Kegiatan terakhir dilaksanakan pada Rabu malam Kamis (11/02) pukul 18.00–19.00 WIB seusai salat Maghrib berjamaah di Musholla Bustanul Ulum, RW 06 Kampung Kebonjaya, Kelurahan Kebonagung, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan. Sekitar 25 jamaah, terdiri dari pria dan wanita, hadir mengikuti pengajian dengan penuh antusias.
Pengajian kali ini mengangkat tema “Pemantapan Fikih Puasa sebagai Bekal Menyambut Ramadan” dengan menghadirkan penceramah Ust. M. Sulthon Fathoni, S.Pd.I., Penyuluh Agama Islam KUA Bugul Kidul. Materi disampaikan dengan merujuk pada Al-Qur’an, hadis, serta kitab kuning sebagai sumber utama.
Dalam pemaparannya, Ust. Sulthon menjelaskan bahwa puasa Ramadan merupakan ibadah khusus bagi umat Nabi Muhammad SAW dan mulai diwajibkan pada tahun kedua setelah hijrah ke Madinah. Dengan demikian, Rasulullah SAW menjalankan ibadah puasa Ramadan selama kurang lebih sembilan tahun hingga wafatnya.
Lebih lanjut, ia memaparkan sebelas perkara yang membatalkan puasa sebagaimana dijelaskan dalam Kitab Tanwirul Qulub, di antaranya memasukkan sesuatu ke dalam tujuh lubang tubuh dengan sengaja, hubungan suami istri (jimak), muntah yang disengaja, keluarnya mani, haid, nifas, melahirkan, mabuk, gila, ayan atau epilepsi, serta murtad. Ia juga menegaskan bahwa tidur tidak membatalkan puasa.
“Puasa yang hakiki bukan sekadar menahan diri dari hal-hal yang membatalkan, tetapi juga menjaga diri dari perbuatan maksiat agar kita benar-benar meraih derajat takwa,” tegasnya di hadapan jamaah.
Meski pengajian berlangsung di tengah hujan deras, semangat jamaah tetap tinggi mengikuti rangkaian acara hingga selesai. Suasana semakin hidup melalui sesi tanya jawab interaktif antara jamaah dan penceramah. Kegiatan ditutup bersamaan dengan berkumandangnya azan Isya, sekaligus menandai penutupan sementara pengajian rutin menjelang pelaksanaan ibadah Ramadan.
