Rasyidi Tekankan Integritas dan Disiplin ASN: Amanah Kepemimpinan Harus Dibuktikan dengan Keteladanan
Disiplin bukan sekadar soal datang tepat waktu, melainkan cerminan integritas dan tanggung jawab dalam menjalankan amanah. Pesan inilah yang ditekankan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pasuruan, Dr. H. Rasyidi, S.Ag., M.Si., saat menjadi pembina apel pagi pada Senin (19/10/2026).
Dalam amanatnya, Rasyidi mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk memahami kembali makna kepemimpinan dan tanggung jawab, baik dalam menjalankan tugas kedinasan maupun dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, karakter dan moralitas seseorang dapat terlihat dari bagaimana ia menggunakan kewenangan serta menjalankan tanggung jawab yang dipercayakan kepadanya. Sebab, setiap orang pada dasarnya adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas amanah yang diemban.
“Setiap kita adalah pemimpin. Setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dipimpinnya,” tegasnya, mengingatkan bahwa amanah bukan sekadar jabatan, melainkan tanggung jawab yang harus dijalankan dengan sungguh-sungguh.
Ia kemudian mengaitkan nilai kepemimpinan tersebut dengan kewajiban ASN dalam melaksanakan tugas dan fungsi masing-masing. Salah satu wujud paling mendasar dari tanggung jawab itu, menurutnya, adalah kedisiplinan, terutama dalam hal kehadiran.
Rasyidi menegaskan bahwa ASN harus mematuhi ketentuan jam kerja, termasuk memastikan kehadiran di tempat tugas sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Ketika jam kerja dimulai pukul 07.30 WIB atau pegawai diwajibkan kembali ke kantor pukul 13.00 WIB, maka kehadiran harus menyesuaikan ketentuan tersebut.
“Kalaupun pada waktu tertentu tidak ada pekerjaan yang harus segera diselesaikan, kita tetap harus berada di tempat tugas sesuai ketentuan. Kedisiplinan bukan hanya ketika ada pekerjaan, tetapi juga tentang komitmen kita terhadap tanggung jawab,” pesannya.
Ia turut mendorong para kepala seksi, kepala KUA, dan pengawas untuk memperkuat pembinaan serta pengawasan terhadap pegawai di lingkungan kerja masing-masing. Menurutnya, kepemimpinan yang baik tidak cukup hanya dengan memberikan instruksi, tetapi juga harus diwujudkan melalui keteladanan dan tanggung jawab dalam memastikan tugas berjalan sebagaimana mestinya.
“Ini bukan semata-mata persoalan presensi, melainkan bagian dari tanggung jawab kita sebagai ASN dan sebagai pemimpin. Kita harus membangun karakter yang baik serta menjaga integritas dalam bekerja,” ungkapnya.
Menutup amanatnya, Rasyidi mengajak seluruh ASN Kemenag Kota Pasuruan untuk terus memperkuat akhlak, membangun karakter positif, dan meningkatkan kedisiplinan dalam setiap pelaksanaan tugas. Ia mengingatkan bahwa setiap amanah yang dijalankan tidak hanya dipertanggungjawabkan kepada institusi dan masyarakat, tetapi juga kepada Allah SWT.
Melalui apel pagi ini, ia berharap seluruh ASN semakin menyadari bahwa profesionalisme tidak cukup ditunjukkan melalui kemampuan bekerja, tetapi juga melalui integritas, kedisiplinan, dan kesungguhan dalam menjaga kepercayaan yang telah diberikan.
Sebab, amanah bukan hanya untuk diterima, tetapi untuk ditunaikan dengan penuh tanggung jawab.
