Perkuat Sinergi Cendekiawan Muslim, Kemenag Kota Pasuruan Prakarsai Pembentukan Pengurus ICMI Orda Kota Pasuruan
Semangat membangun umat melalui kolaborasi keilmuan, keagamaan, dan pengabdian masyarakat menjadi spirit dalam rapat pembentukan pengurus Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Organisasi Daerah (Orda) Kota Pasuruan yang diprakarsai oleh Kementerian Agama Kota Pasuruan, Sabtu (10/10). Kegiatan berlangsung di Aula Kantor Kementerian Agama Kota Pasuruan.
Rapat tersebut menjadi langkah awal dalam menghimpun potensi para cendekiawan Muslim untuk berkontribusi bagi pembangunan Kota Pasuruan. Pembentukan kepengurusan ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara kalangan akademisi, tokoh agama, birokrasi, dan berbagai elemen masyarakat dalam menghadirkan gagasan serta program yang berdampak nyata bagi umat.
Dalam rapat yang berlangsung dengan semangat musyawarah dan kebersamaan tersebut, peserta menyepakati susunan pengurus ICMI Orda Kota Pasuruan. Dr. Edi Sulistiyawan, M.Si., M.M. dipercaya sebagai ketua, dengan didukung oleh jajaran pengurus dari unsur akademisi dan penyuluh agama Islam.
Adapun susunan pengurus yang terbentuk adalah sebagai berikut:
Ketua: Dr. Edi Sulistiyawan, M.Si., M.M.(Kaprodi Univ. PGRI Adi Buana Surabaya)
Wakil Ketua: Ainul Yaqib, S.Pd.I., (Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kota Pasuruan)
Sekretaris: Dr. Mucahamad Taufik, M.Pd., (Rektor Universitas PGRI Wiranegara Pasuruan)
Wakil Sekretaris: Moh. Arif Arwani, S.HI., (Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kota Pasuruan)
Bendahara: Yuli Nugraheni, S.E., M.Si (Praktisi Ekonomi)
Selain pembentukan pengurus inti, rapat juga menyepakati unsur dewan penasihat yang melibatkan Wali Kota Pasuruan dan Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pasuruan. Keterlibatan unsur pemerintah daerah dan Kementerian Agama ini diharapkan dapat memperkuat komunikasi serta koordinasi dalam mendukung pelaksanaan program organisasi.
Dari Pembentukan Pengurus Menuju Program Nyata
Tidak berhenti pada pembentukan kepengurusan, rapat dilanjutkan dengan penyusunan draf awal program kerja ICMI Orda Kota Pasuruan. Draf tersebut akan menjadi bahan pembahasan dan penyempurnaan dalam rapat kerja berikutnya.
Langkah ini menunjukkan bahwa pembentukan organisasi bukan sekadar menetapkan nama dan jabatan, melainkan juga menyiapkan arah gerak, prioritas kegiatan, serta bentuk kontribusi yang dapat diberikan kepada masyarakat. Melalui perencanaan yang matang, ICMI diharapkan mampu mengoptimalkan potensi intelektual para anggotanya untuk menjawab berbagai tantangan sosial, pendidikan, keagamaan, dan pemberdayaan umat.
Prakarsa Kementerian Agama Kota Pasuruan dalam pembentukan ICMI Orda ini juga menjadi wujud pentingnya membangun ruang kolaborasi antara agama dan ilmu pengetahuan. Cendekiawan Muslim diharapkan tidak hanya berperan dalam pengembangan pemikiran, tetapi juga hadir memberikan solusi atas persoalan masyarakat melalui gagasan yang konstruktif, inovatif, dan berorientasi pada kemaslahatan.
Membangun Kota dengan Ilmu, Iman, dan Kolaborasi
Terbentuknya pengurus ICMI Orda Kota Pasuruan diharapkan menjadi awal perjalanan organisasi dalam memperkuat peran cendekiawan Muslim di tengah masyarakat. Sinergi yang terbangun antara akademisi, tokoh agama, dan pemerintah diharapkan mampu melahirkan program-program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat serta mendukung pembangunan Kota Pasuruan.
Dengan dilanjutkannya penyusunan draf program kerja menuju rapat kerja berikutnya, ICMI Orda Kota Pasuruan kini memiliki langkah awal untuk merumuskan agenda pengabdian yang lebih terarah.
Pada akhirnya, keberhasilan sebuah organisasi tidak hanya diukur dari terbentuknya kepengurusan, tetapi juga dari gagasan yang diwujudkan, kolaborasi yang dibangun, dan manfaat yang dirasakan masyarakat. Semangat inilah yang diharapkan tumbuh dari pembentukan ICMI Orda Kota Pasuruan: menghadirkan cendekiawan yang tidak hanya unggul dalam pemikiran, tetapi juga nyata dalam pengabdian.
