Peringati Hari Jadi Kota Pasuruan ke-340, Ketua Yayasan Mbah Slagah Tekankan Spirit Perjuangan dan Akhlak
khidmat menyelimuti kawasan Makam Sayyid Hasan Sanusi atau yang lebih dikenal dengan Mbah Slagah pada Sabtu sore (07/02). Ratusan warga berkumpul untuk melaksanakan tradisi Bari’an dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Pasuruan ke-340.
Hadir sebagai pemberi sambutan, Ustadz M. Ainul Yaqin, S.Pd, yang merupakan Penyuluh Agama Islam KUA Bugul Kidul sekaligus menjabat sebagai Ketua Yayasan Mbah Slagah Pasuruan. Dalam orasinya, beliau memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Kota Pasuruan yang secara konsisten melestarikan tradisi Bari’an setiap tahunnya.
Simbol Persatuan dan Andap Asor
Dalam sambutannya, Ustadz Ainul Yaqin menegaskan bahwa Bari’an bukan sekadar ritual tahunan, melainkan simbol andap asor (rendah hati) dan persatuan masyarakat. Beliau mengajak jamaah yang hadir untuk merefleksikan kembali spirit perjuangan Mbah Slagah (Sayyid Hasan Sanusi).
"Mbah Slagah tidak hanya mewariskan keberanian melawan penjajah, tetapi juga meletakkan fondasi akhlak dan syiar Islam yang menjadi jati diri warga Pasuruan hingga saat ini," ujar beliau di hadapan para undangan.
Menjaga Warisan Sejarah
Memasuki usia ke-340, beliau mengingatkan bahwa tantangan zaman semakin kompleks. Namun, identitas kota tidak boleh luntur. Ia berharap warga Pasuruan tidak hanya bangga secara seremonial terhadap sejarah, tetapi juga aktif menjaga situs-situs sejarah dan nilai perjuangan para leluhur.
Beliau juga menyelipkan pesan persatuan dengan filosofi kerukunan khas masyarakat lokal. "Semoga warga Pasuruan tetap solid, guyup rukun bareng-bareng bangun Pasuruan kuto anugrah. Kita doakan kota ini menjadi Gemah Ripah Loh Jinawi," tambahnya.
Acara ditutup dengan doa bersama untuk keberkahan seluruh warga. Sebagai tokoh yang berkhidmah di bawah naungan Kemenag, kehadiran Ustadz Ainul Yaqin mempertegas sinergi antara ulama dan pemerintah dalam mengawal nilai-nilai religius di Kota Pasuruan.(AIN)
