Pengajian Rutin Mingguan di Musholla Ar-Rubaiyah Bahas Keutamaan Bulan Sya’ban

  • KUA_BUGULKIDUL
  • Disukai 3
  • Dibaca 47 Kali

Dalam rangka meningkatkan pemahaman keagamaan dan kesiapan spiritual umat Islam menjelang bulan suci Ramadhan, Musholla Ar-Rubaiyah Kampung Kepel Kongsi, Kelurahan Kepel, kembali menggelar pengajian rutin mingguan pada Minggu pagi (1/2) ba’da Salat Subuh berjamaah. Kegiatan ini diikuti sekitar 40 jamaah yang terdiri dari bapak dan ibu.

Pengajian rutin yang dilaksanakan setiap hari Minggu pagi tersebut diawali dengan pembacaan Rotib Al-Atthos dan Asmaul Husna secara berjamaah yang dipimpin oleh KH. Ahmad Khoiron. Suasana khidmat dan penuh kekhusyukan terasa sejak awal kegiatan, meskipun cuaca pagi cukup dingin akibat hujan yang mengguyur wilayah tersebut semalaman.

Sambutan disampaikan oleh Takmir Musholla Ar-Rubaiyah, Ust. Badrul Huda, S.Pd.I, selaku Penyuluh Agama Islam KUA Bugul Kidul. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas semangat jamaah yang terus istiqamah mengikuti pengajian rutin. Menurutnya, kegiatan ini menjadi sarana penting dalam pembinaan keagamaan masyarakat serta memperkuat ukhuwah Islamiyah.

Acara dilanjutkan dengan ceramah agama yang disampaikan oleh Ust. M. Sulthon Fathoni, S.Pd.I, Penyuluh Agama Islam KUA Bugul Kidul, dengan tema “Sya’ban, Momen Penting untuk Persiapan Puasa Bulan Ramadhan.” Dalam penyampaiannya, Ust. Sulthon menjelaskan bahwa bulan Sya’ban memiliki keistimewaan karena diapit oleh dua bulan mulia, yaitu Rajab dan Ramadhan. Rasulullah SAW menyebut bulan Sya’ban sebagai bulan beliau, sebab pada bulan ini turun perintah bershalawat, perintah perpindahan kiblat dari Masjidil Aqsha ke Masjidil Haram, serta ayat kewajiban puasa Ramadhan.

Ia juga menyampaikan keutamaan malam Nisfu Sya’ban sebagai malam dikabulkannya doa-doa. Selain itu, Ust. Sulthon mengingatkan rukun puasa yang terdiri dari niat di malam hari dan menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa, serta menjelaskan sebelas perkara yang membatalkan puasa menurut kitab Tanwirul Qulub, yaitu :

BATALNYA PUASA ADA 11 MENURUT TANWIRUL QULUB:

1. Memasukkan sesuatu ke 7 lubang dengan sengaja 

2. Jimak ( + denda ) dengan sengaja 

3. Muntah dengan sengaja 

4. Mengeluarkan mani dengan sengaja 

5. Haid

6. Nifas

7. Wiladah/melahirkan 

8. Mabuk 

9. Gila ( tidak wajib qodho' )

10. Ayan/ epilepsi 

11. Murtad 

Sama-sama hilang akal, tapi tidur Tidak  membatalkan puasa

Pengajian ditutup dengan doa wahbah. Para jamaah tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga selesai. Cuaca dingin di pagi hari tidak menyurutkan semangat jamaah untuk hadir dan menimba ilmu sebagai bekal menyambut bulan suci Ramadhan.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *