Optimalkan Literasi Al-Qur’an, Penyuluh KUA Bugul Kidul Intensifkan Bimbingan Metode Yanbu’a di SMK Muhammadiyah 1

  • KUA_BUGULKIDUL
  • Disukai 0
  • Dibaca 120 Kali
Antusias tinggi siswa siswi mengikuti BTQ

Konsistensi dalam membumikan Al-Qur’an di kalangan pelajar terus ditunjukkan oleh jajaran Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bugul Kidul. Bertempat di SMK Muhammadiyah 1 Kota Pasuruan, Tim Penyuluh Agama Islam (PAI) kembali melaksanakan agenda rutin pengajaran Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ) bagi para siswa pada Kamis (08/01).

Kegiatan bimbingan ini dipimpin langsung oleh tim ahli yang terdiri dari lima penyuluh berpengalaman, yakni Ustadz M. Ainul Yaqin, Ustadz Muhammad Badrul Huda, Ustadz Sulthon Fathoni, Ustadzah Lailatul Mahmudah, dan Ustadzah Zuhrotul Laily. Kehadiran mereka merupakan bagian dari program sinergi lintas sektor untuk memastikan penguatan karakter religius di lingkungan pendidikan formal.

Pembagian berdasarkan jilid ini dilakukan untuk memberikan pendampingan yang lebih personal. Siswa pada Jilid 1 difokuskan pada pengenalan huruf hijaiyah secara presisi, sementara siswa yang telah mencapai Jilid 4 mulai ditekankan pada kelancaran membaca ayat panjang beserta hukum tajwidnya.



Pendekatan Sistematis Melalui Metode Yanbu’a

Dalam sesi pengajaran kali ini, Tim Penyuluh menerapkan Metode Yanbu’a, sebuah metode pembelajaran Al-Qur’an yang dikenal sangat disiplin dalam menjaga kefasihan makhraj dan akurasi tajwid. Pembelajaran dibagi menjadi beberapa kelompok kerja yang mencakup Jilid 1, 2, 3, hingga Jilid 4.


Membangun Generasi Vokasi Berjiwa Qur’ani

Ustadz M. Ainul Yaqin, mewakili tim penyuluh, menjelaskan bahwa kolaborasi ini bertujuan agar siswa SMK tidak hanya unggul dalam keterampilan teknis (hard skills), tetapi juga memiliki pondasi spiritual yang kokoh. "Metode Yanbu'a membantu siswa belajar secara sistematis. Kami ingin lulusan SMK Muhammadiyah 1 memiliki standar bacaan Al-Qur’an yang tartil dan benar," ungkapnya.


Pihak sekolah mengapresiasi kehadiran para penyuluh KUA Bugul Kidul yang secara telaten membimbing para siswa. Program rutin ini diharapkan dapat menjadi role model bagi integrasi pendidikan vokasi dan pendidikan keagamaan di Kota Pasuruan, guna mencetak generasi yang cerdas secara intelektual dan anggun secara moral. (AIN)



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *