Momentum Isra Mi’raj, Penyuluh Agama Islam Kemenag Kota Pasuruan Ajak Siswa MI NU Terpadu Bangilan Perkuat Karakter Lewat Shalat
Suasana khidmat menyelimuti halaman MI NU Terpadu Bangilan, Kota Pasuruan, pada Senin pagi (19/01). Lembaga pendidikan tersebut menggelar peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW dengan menghadirkan Muhammad Nafik, S.Psi, Penyuluh Agama Islam dari Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pasuruan, sebagai penceramah.
Kegiatan diawali dengan lantunan sholawat yang dibawakan secara penuh semangat oleh tim hadrah siswa. Alunan sholawat tersebut sukses menghadirkan atmosfer religius dan menumbuhkan kekhusyukan sejak awal acara.
Dalam tausiyahnya, Muhammad Nafik, S.Psi, yang memiliki latar belakang keilmuan psikologi, menyampaikan materi dengan pendekatan yang komunikatif dan mudah dipahami oleh peserta didik. Ia menegaskan bahwa peristiwa Isra Mi’raj merupakan perjalanan revolusi spiritual Rasulullah SAW, yang puncaknya ditandai dengan diturunkannya perintah shalat lima waktu.
“Anak-anakku sekalian, shalat bukan sekadar kewajiban, melainkan sarana komunikasi kita dengan Allah SWT. Melalui shalat yang tertib dan disiplin, kita sedang membentuk karakter dan kepribadian yang kuat sebagai generasi penerus bangsa,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa hikmah Isra Mi’raj mengajarkan umat Islam untuk memiliki cita-cita setinggi langit (Mi’raj), namun tetap berpijak pada nilai-nilai kemanusiaan, akhlak mulia, dan kesalehan sosial dalam kehidupan sehari-hari (Isra).
Kepala MI NU Terpadu Bangilan, Luluk Istiqomah, S.Ag, menyambut baik kehadiran Penyuluh Agama Islam Kemenag Kota Pasuruan tersebut. Ia berharap pesan dan motivasi yang disampaikan dapat membekas serta memberi pengaruh positif bagi para siswa.
“Kehadiran Bapak Muhammad Nafik memberikan warna tersendiri dalam peringatan Isra Mi’raj tahun ini. Pendekatan beliau yang menyentuh sisi psikologis anak-anak membuat pesan keagamaan lebih mudah dipahami dan dihayati,” ungkapnya.
Peringatan Isra Mi’raj ini ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa serta keberkahan bagi seluruh civitas akademika MI NU Terpadu Bangilan. Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa tidak hanya memahami sejarah peristiwa Isra Mi’raj, tetapi juga mampu mengamalkan nilai-nilai ibadah dan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari.
