Menuju Santri Gen Z Kaya Skill, Herman Felani Dorong Santri MA Tarbiyatus Salafiyah Siap Hadapi Tantangan Zaman

  • Humas Kemenag
  • Disukai 0
  • Dibaca 24 Kali

Dalam rangkaian peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026, Herman Felani, M.Sy., memberikan penyuluhan kepada siswa-siswi Madrasah Aliyah (MA) Tarbiyatus Salafiyah, Kelurahan Tamba’an, Kota Pasuruan, Senin (26/10). Mengusung tema “Santri Gen Z Kaya Skill”, kegiatan ini mendorong para santri untuk mengembangkan potensi diri, meningkatkan keterampilan, dan mempersiapkan masa depan di tengah pesatnya perkembangan zaman.

Dalam penyampaiannya, Herman menegaskan bahwa santri generasi Z perlu memiliki bekal lebih dari sekadar prestasi akademik. Di era digital dengan persaingan yang semakin kompetitif, santri dituntut menguasai beragam keterampilan, mulai dari kecakapan teknologi hingga kemampuan berkomunikasi dan berinteraksi sosial.

“Santri Gen Z tidak bisa lagi hanya mengandalkan nilai akademik. Mereka harus menjadi generasi yang kaya keterampilan, mampu memanfaatkan teknologi, memiliki ketahanan mental, serta mengembangkan kemampuan sosial yang baik,” ungkap Herman.

Ia menjelaskan bahwa penguasaan teknologi digital menjadi salah satu bekal penting untuk menghadapi tantangan masa depan. Santri perlu memanfaatkan teknologi secara produktif, kreatif, dan bertanggung jawab. Bukan sekadar untuk hiburan, teknologi juga dapat digunakan sebagai sarana belajar, berkarya, mengembangkan usaha, hingga menyebarkan pesan-pesan kebaikan.

Selain keterampilan teknis atau hard skill, Herman menekankan pentingnya kemampuan nonteknis atau soft skill, seperti kedisiplinan, komunikasi, kerja sama, ketangguhan mental, dan sikap pantang menyerah. Menurutnya, perpaduan kedua keterampilan tersebut akan membantu santri lebih siap menghadapi tantangan kehidupan sekaligus beradaptasi dengan perubahan zaman.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa peningkatan keterampilan harus berjalan seiring dengan penguatan akhlak dan nilai-nilai keislaman. Sebagai generasi yang tumbuh dalam lingkungan pendidikan Islam, santri memiliki bekal ilmu agama, adab, dan karakter yang harus tetap dijaga di tengah kemajuan teknologi.

“Santri masa kini harus mampu menguasai teknologi tanpa kehilangan jati diri. Jadilah generasi yang cerdas, terampil, berakhlak mulia, bermental tangguh, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat,” pesannya kepada para siswa.

Penyuluhan ini menjadi salah satu upaya memaknai Hari Santri Nasional 2026, tidak hanya sebagai momentum mengenang perjuangan ulama dan santri dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia, tetapi juga sebagai kesempatan untuk mempersiapkan generasi santri yang kompeten, adaptif, dan mampu menjawab tantangan masa depan.

Melalui kegiatan ini, siswa-siswi MA Tarbiyatus Salafiyah diharapkan semakin termotivasi untuk menggali potensi diri, meningkatkan literasi digital, mengasah keterampilan, serta memperkuat karakter sebagai bekal meraih masa depan.

Santri Gen Z harus kaya keterampilan, tangguh menghadapi tantangan, dan tetap berpegang teguh pada akhlakul karimah. Dengan bekal ilmu agama, pengetahuan, dan keterampilan yang terus dikembangkan, santri diharapkan mampu menjadi generasi unggul yang berkontribusi nyata bagi agama, bangsa, dan negara.




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *