Lewat Kultum Pekanan, ASN Kemenag Kota Pasuruan Diajak Memahami Enam Rahasia Allah SWT
Mengingatkan pentingnya meningkatkan keimanan dan memperkuat kesadaran spiritual dalam kehidupan sehari-hari, Kantor Kementerian Agama Kota Pasuruan kembali menggelar kegiatan kultum pekanan di Musholla Al-Ikhlas Kantor Kemenag Kota Pasuruan, Senin (2/11). Kegiatan yang berlangsung setelah salat Dhuhur berjamaah ini diikuti oleh ASN putra dan putri di lingkungan Kemenag Kota Pasuruan.
Pada kesempatan tersebut, M. Sulthon Fathoni, S.Pd.I, Penyuluh Agama Islam KUA Bugul Kidul, hadir sebagai pemateri dengan mengangkat tema “Allah SWT Merahasiakan Enam Perkara dalam Enam Perkara.” Materi ini mengajak para jamaah untuk memahami hikmah di balik sejumlah perkara yang sengaja dirahasiakan Allah SWT agar manusia senantiasa berhati-hati, bersungguh-sungguh dalam beribadah, dan tidak mudah meremehkan sesuatu.
Dalam tausiyahnya, Sulthon mengutip sebuah maqalah yang dinukil dari Sayyidina Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhu sebagaimana tercantum dalam kitab Nashaihul 'Ibad karya Syekh Nawawi al-Bantani. Maqalah tersebut menjelaskan enam perkara yang dirahasiakan Allah SWT, yakni ridha-Nya di dalam berbagai bentuk ketaatan, murka-Nya di balik kemaksiatan, Lailatul Qadar di antara malam-malam bulan Ramadan, wali Allah di antara manusia, waktu datangnya kematian di sepanjang usia manusia, serta salat Wustha di antara lima waktu salat.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa dirahasiakannya enam perkara tersebut mengandung pelajaran mendalam bagi kehidupan seorang muslim. Ridha Allah yang tersembunyi dalam ketaatan mengajarkan agar tidak meremehkan amal kebaikan sekecil apa pun. Sementara murka Allah yang tersembunyi dalam kemaksiatan menjadi peringatan agar tidak menganggap ringan dosa, meskipun terlihat kecil.
Demikian pula, dirahasiakannya wali Allah di antara manusia mengajarkan pentingnya menghormati dan berbaik sangka kepada sesama. Adapun dirahasiakannya waktu kematian mengingatkan manusia agar senantiasa mempersiapkan diri, memperbanyak amal saleh, dan tidak menunda-nunda taubat.
“Jangan pernah meremehkan kebaikan sekecil apa pun, karena bisa jadi di situlah Allah meletakkan ridha-Nya. Begitu pula jangan meremehkan dosa sekecil apa pun, karena kita tidak pernah tahu di mana murka Allah berada,” pesan Sulthon kepada para jamaah.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga salat lima waktu secara konsisten. Sebab, dirahasiakannya salat Wustha di antara lima waktu salat mengandung hikmah agar setiap muslim senantiasa memelihara seluruh salatnya dengan penuh kesungguhan.
Melalui kegiatan kultum pekanan ini, diharapkan para ASN Kemenag Kota Pasuruan semakin memperdalam pemahaman keagamaan, meningkatkan kualitas ibadah, serta menjadikan nilai-nilai spiritual sebagai landasan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, khususnya dalam mengemban amanah dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. ( SulFath)