Lawan Arus Globalisasi! Kemenag Kota Pasuruan Gembleng Mental Siswa Lewat Pendidikan Adab dan Karakter
Di tengah derasnya arus TikTok, AI, dan budaya luar yang masuk tanpa filter, SMA Negeri 3 Kota Pasuruan yang beralamat di Jl. Simpang Slamet Riyadi, Kota Pasuruan memilih ambil sikap: Perkuat adab/karakter dulu, baru teknologi.
Jumat (06/11), sekolah tersebut menggelar Kegiatan Penyuluhan Karakter Remaja dengan tema "Remaja Kuat, Indonesia Hebat: Membangun Perisai Diri di Era Globalisasi". Kegiatan yang digelar di Aula Utama ini diikuti ratusan siswa kelas X dan XI dengan antusias.
Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Kepala Sekolah, Waka Kesiswaan, dan seluruh dewan guru SMAN 3 Kota Pasuruan sebagai komitmen sekolah untuk tidak hanya mencetak siswa yang cerdas secara akademik, tetapi juga kokoh secara moral dan spiritual.
*MATERI 1: Kenapa Karakter Lebih Penting dari IPK di Era Globalisasi?*
Tampil sebagai pemateri pertama, Ustazah Syafi'ah, Penyuluh Agama Kemenag Kota Pasuruan, membawakan materi dengan judul "Pentingnya Pembangunan Karakter Remaja Dalam Menghadapi Globalisasi dan Tantangan Zaman".
Dengan gaya yang sangat dekat dengan remaja, Ustazah Syafi'ah membongkar realita pahit globalisasi.
> "Globalisasi itu seperti pisau bermata dua. Di satu sisi kalian bisa belajar bahasa Inggris dari YouTube, bisa jadi konten kreator dakwah. Di sisi lain, kalian bisa kehilangan jati diri, ikut-ikutan tren yang merusak, flexing, pacaran bebas, dan adab hilang karena merasa paling benar di kolom komentar," tegasnya.
Beliau menjelaskan 3 Tantangan Globalisasi yang wajib diwaspadai remaja saat ini:
1. Krisis Identitas (Lost Identity): Remaja lebih bangga dengan budaya luar daripada budayanya sendiri. Lebih hafal lirik lagu Korea daripada hafal doa kepada orang tua.
2. Krisis Adab Digital: Jari lebih cepat dari akal. Mudah menghujat, menyebar hoax, dan kecanduan gawai hingga lupa sholat dan lupa orang tua.
3. Krisis Mental (Mental Health): Mudah insecure, mudah cemas karena standar hidup palsu di media sosial. Ingin instan, tidak tahan banting.
Solusinya hanya satu, kata Ustazah Syafi'ah: Karakter adalah jangkar. Sepintar apapun teknologi berubah, remaja yang punya karakter - jujur, disiplin, tanggung jawab, dan beradab - akan tetap selamat. Tanpa karakter, kepintaran justru bisa menjadi bencana.
*MATERI 2 : Lima Trik Jitu Menguatkan Mental Spiritual Ala Remaja Hebat*
Materi kedua yang paling ditunggu-tunggu disampaikan oleh Ust. Akhmad Rifai. Dengan judul "Trik-Trik Menguatkan Karakter Mulia Dalam Menghadapi Era Globalisasi", beliau tidak memberi ceramah, tapi memberi resep praktis.
Berikut 5 Trik yang beliau bagikan yang langsung bisa dipraktekkan siswa:
TRIK 1: Kuatkan Sinyal ke Langit - Perbaiki Sholat.
"Kalau kamu ingin mentalmu tidak mudah goyah oleh netizen, kuatkan dulu koneksimu dengan Allah. Sholat 5 waktu itu charger mental. Remaja hebat itu bukan yang update story terus, tapi yang update wudhunya."
TRIK 2: Diet Informasi - Puasa Medsos.
Beliau mengajak siswa melakukan "Puasa Gadget" minimal 1 jam sebelum tidur dan 1 jam setelah bangun. Isi waktu dengan baca Quran, dzikir, dan ngobrol dengan orang tua. Jangan biarkan algoritma yang mengatur hidupmu.
TRIK 3: Pilih Circle yang Sholeh.
Di era globalisasi, teman adalah cermin masa depan. "Kalau temanmu suka mengingatkan sholat, kamu akan selamat. Kalau temanmu suka mengajak ghibah dan bolos, karaktermu akan hancur," pesannya. Rasulullah bersabda: Seseorang tergantung agama temannya.
TRIK 4: Jadikan Karya Sebagai Dakwah.
Jangan anti teknologi. Gunakan teknologi untuk karya mulia. Jadi pelajar yang membuat konten edukasi, bukan konten pamer aurat. Jadikan HP-mu sebagai alat pahala, bukan alat dosa.
TRIK 5: Biasakan 3M - Malu, Muroqobah, Muhasabah.
Malu berbuat dosa, merasa selalu diawasi Allah (Muroqobah), dan setiap malam evaluasi diri (Muhasabah) sebelum tidur. Inilah perisai spiritual yang paling ampuh.
Acara semakin hidup saat dilantunkan sholawat serta di lanjut sesi diskusi/tanya jawab yang dipandu oleh Ust. Yusuf Hadi Santoso. Siswa sangat aktif bertanya tentang cara mengatasi kecanduan game online, cara menghadapi bullying di media sosial, hingga cara berbakti kepada orang tua di zaman yang serba sibuk ini.z
Untuk memancing semangat, panitia menyediakan kuis berhadiah menarik bagi penanya terbaik. Suasana pun berjalan dengan tertib, meriah, dan penuh kekeluargaan.
Pihak sekolah dalam sambutannya menyampaikan harapan besar agar kegiatan kolaborasi dengan Penyuluh Agama Islam Kemenag kota Pasuruan ini bisa terus berlanjut secara rutin.
"Kami tidak ingin siswa kami hanya juara lomba, tapi kalah oleh tantangan zaman. Kami ingin mereka jadi generasi yang akhlaknya baik, moralnya kuat, dan siap menghadapi tantangan globalisasi yang semakin deras," ujar perwakilan sekolah Bu Faridah Agustiarini, S.Ag.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama untuk kebaikan seluruh siswa SMAN3 Kota Pasuruan agar menjadi generasi yang sholeh, berkarakter, dan membanggakan orang tua, agama, dan bangsa.