Kultum Senin, Penyuluh Agama Kota Pasuruan Ingatkan Pentingnya Adab dalam Membangun Relasi

  • KUA_BUGULKIDUL
  • Disukai 0
  • Dibaca 38 Kali
Ustadz M. Ainul Yaqin, S.Pd., dalam sesi kultum dhuhur

Mengawali pekan dengan semangat spiritual, Kantor Kementerian Agama Kota Pasuruan menyelenggarakan kegiatan kultum rutin di Musala Al-Ikhlas pada Senin (19/01). Kegiatan yang dilaksanakan bakda salat Dhuhur berjamaah ini diikuti oleh segenap pegawai dengan menghadirkan narasumber Ustaz M. Ainul Yaqin, S.Pd., Penyuluh Agama Islam dari KUA Bugul Kidul.


Dalam tausiyahnya, Ustaz Ainul Yaqin membedah tema krusial mengenai "Membangun Relasi Pemimpin dan Bawahan, Guru dan Murid dengan Adab". Beliau menekankan bahwa fondasi utama dalam sebuah organisasi maupun institusi pendidikan bukan sekadar kompetensi, melainkan adab yang kokoh.

Keteladanan Abu Ayyub Al-Anshari

Sebagai rujukan utama, Ustaz Ainul mengisahkan sosok sahabat mulia, Khalid bin Zaid atau yang dikenal dengan nama kunyah Abu Ayyub Al-Anshari RA. Sosok petani kurma dari Madinah ini merupakan pribadi hebat yang pernah menjadi Imam Masjid Nabawi dan pemimpin Madinah di masa Khalifah Ali bin Abi Thalib.

"Siapa yang lebih beruntung dari Abu Ayyub? Rumah sederhananya terpilih menjadi tempat istirahat Rasulullah SAW saat awal hijrah ke Madinah. Di sinilah potret adab antara pemimpin dan pengikut diperlihatkan secara nyata," ujar Ustaz Ainul.

Beliau menceritakan bagaimana kegelisahan Abu Ayyub saat berada di lantai atas rumahnya, sementara Rasulullah berada di lantai bawah. Rasa takzim yang luar biasa membuat Abu Ayyub merasa tidak pantas menempati posisi yang secara fisik lebih tinggi daripada Baginda Nabi. Bahkan, saat sebuah wadah air tumpah di lantai atas, Abu Ayyub dan istrinya segera mengeringkannya dengan satu-satunya selimut yang mereka miliki agar tetesan air tidak mengenai Rasulullah.

Implementasi dalam Lingkungan Kerja


Dari kisah tersebut, Ustaz Ainul mengajak para jamaah untuk menarik pelajaran dalam konteks profesionalitas di kantor. Menurutnya, adab adalah jembatan yang menyatukan hati antara pimpinan dan bawahan.

"Pimpinan yang bijak akan senantiasa memudahkan urusan bawahannya, sebagaimana Rasulullah yang memilih lantai bawah agar mudah dijumpai tamu. Sebaliknya, bawahan yang beradab akan menjaga marwah pimpinannya dengan penuh dedikasi," tambahnya.

Kegiatan kultum ini diharapkan dapat mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan kualitas etika kerja di lingkungan Kemenag Kota Pasuruan, sehingga tercipta suasana kerja yang harmonis dan penuh keberkahan. (AIN)