Kolaborasi Kemenag Kopas dan NU Ranting Bukir, Perkuat Akidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah melalui Nobar Kisah KH. Hasyim Asy’ari
Dalam rangka memperingati Hari Santri 2026, Penyuluh bekerjasama dengan Nahdlatul Ulama (NU) Ranting Bukir menggelar kegiatan NOBAR (Nonton Bareng) film kisah perjuangan KH. Hasyim Asy’ari pada Sabtu, 24 Oktober 2026. Kegiatan yang berlangsung pukul 19.30 wib ini menjadi salah satu bentuk kolaborasi antara Penyuluh Agama Islam dan pengurus NU Ranting Bukir dalam memperkuat akidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah (Aswaja), sekaligus menanamkan nilai-nilai perjuangan ulama kepada generasi muda.
Kegiatan tersebut mendapat dukungan penuh dari Ketua PCNU Kota Pasuruan, KH. Nailul Rohman, serta dukungan dari para tokoh agama, tokoh masyarakat, dan masyarakat dari berbagai kalangan. Antusiasme berbagai elemen masyarakat ini menunjukkan pentingnya kegiatan keagamaan dan kebangsaan yang dikemas secara edukatif, inspiratif, serta dekat dengan kehidupan generasi masa kini.
Pemilihan kisah KH. Hasyim Asy’ari sebagai tontonan edukatif bukan tanpa alasan. Beliau merupakan salah satu ulama besar yang memiliki peran penting dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia, khususnya dalam pengembangan pendidikan Islam, penguatan tradisi keilmuan pesantren, serta perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Melalui kegiatan nonton bareng ini, masyarakat diajak untuk mengenal lebih dekat sosok KH. Hasyim Asy’ari, meneladani keteguhan iman, kecintaan kepada tanah air, semangat menuntut ilmu, serta komitmen beliau dalam membimbing umat berdasarkan ajaran Islam.
Selain sebagai sarana mengenang jasa para ulama, kegiatan ini juga memiliki tujuan strategis untuk memperkuat akidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah di tengah perkembangan zaman yang diwarnai berbagai tantangan. Generasi muda saat ini menghadapi beragam pengaruh, baik melalui pergaulan maupun arus informasi dan media digital, yang dapat memengaruhi pola pikir, perilaku, serta pemahaman keagamaan mereka.
Oleh karena itu, diperlukan pendekatan dakwah yang edukatif, komunikatif, dan menarik agar nilai-nilai Islam yang moderat, berlandaskan ilmu, serta menjunjung tinggi akhlak dapat dipahami dan diamalkan oleh generasi muda. Salah satu pendekatan tersebut adalah melalui pemutaran film sejarah perjuangan ulama yang mengandung pesan keislaman, kebangsaan, dan keteladanan.
Kolaborasi antara Penyuluh Agama Islam dan pengurus NU Ranting Bukir menjadi wujud nyata sinergi dalam menjalankan dakwah di tengah masyarakat. Melalui kerja sama ini, kegiatan keagamaan tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan seremonial, tetapi juga diarahkan untuk membangun pemahaman keagamaan yang kuat, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta menumbuhkan kecintaan kepada para ulama dan bangsa Indonesia.
Momentum Hari Santri 2026 diharapkan dapat menjadi pengingat bahwa santri dan generasi muda memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga agama, merawat persatuan, serta meneruskan perjuangan para ulama. Semangat Resolusi Jihad dan keteladanan para pendiri Nahdlatul Ulama hendaknya terus diwariskan melalui pendidikan, dakwah, kegiatan sosial, dan berbagai aktivitas positif di lingkungan masyarakat.
Melalui kegiatan NOBAR kisah KH. Hasyim Asy’ari ini, NU Ranting Bukir bersama Penyuluh Agama Islam berharap dapat menumbuhkan generasi yang tidak hanya mengenal sejarah perjuangan ulama, tetapi juga mampu mengambil pelajaran dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Hari Santri bukan sekadar mengenang sejarah, melainkan momentum untuk meneruskan perjuangan ulama, memperkokoh akidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah, menjaga persatuan, dan membangun generasi berakhlakul karimah demi agama dan bangsa.
