Ketika Mata Terbelalak

  • Admin Kopas
  • Disukai 10
  • Dibaca 45 Kali


 وَلَا تَحْسَبَنَّ اللّٰهَ غَافِلًا عَمَّا يَعْمَلُ الظّٰلِمُوْنَ ەۗ اِنَّمَا يُؤَخِّرُهُمْ لِيَوْمٍ تَشْخَصُ فِيْهِ الْاَبْصَارُۙ 

“ Dan janganlah engkau mengira, bahwa Allah lengah dari apa yang diperbuat oleh orang yang zalim. Sesungguhnya Allah menangguhkan mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak “ (Ibrahim ; 12:42).

Ayat di atas mengingatkan orang-orang yang sering berbuat dolim/aniaya, tak terkecuali kita. Bahkan bagi saya ayat ini ditujukan kepada kita-kita yang sering berbuat aniaya terhadap diri sendiri. Memang kita sering tak merasa kalau sering berbuat aniaya/dolim terhadap diri sendiri. Mau contoh? Kita sering memforsil tenaga kita dengan kerja berat tanpa memberi hak istirahat bagi tubuh kita. Kita tahu kalau merokok itu merusak paru-paru kita, tapi kita tetap melakukannya. Atau kita paham olahraga itu baik untuk kebugaran tubuh, tapi kita malas melakukannya. Bahkan kita tahu bahwa marah, pendendam, iri hati dan tidak pemaaf itu merusak kesehatan kita. Tapi kenapa kita tetap memeliharanya? Kalau serangkaian contoh di atas masih bersemayan dalam diri kita dan membiarkannya terjadi, berarti kita berbuat dolim. Dan kita tinggal tunggu waktu saat mata kita terbelalak melihat akibatnya . 

Banyak kejadian kita dapati di lingkungan kita yang membuat kita kaget, tak menyangka bisa terjadi. Kalau diruntut, semuanya bermula dari sikap kita yang menganiaya diri sendiri lewat perbuatan dolim tadi. Tak jarang kita dapati teman, tetangga, keluarga bahkan diri kita sendiri yang secara tiba-tiba kena stroke, terserang TBC/penyakit paru-paru,  asam urat, darah tinggi, kencing manis dan lain-lain. Kesemuanya terjadi karena perbuatan aniaya yang dilakukan secara berkesinambungan dan pasti. Merokok secara terus menerus, tiba-tiba difonis kena TBC, marah tak terkendali yang terus dipelihara tiba-tiba kena serangan darah tinggi/stroke, makan enak-enak tanpa kontrol tiba-tiba kena penyakit kencing manis dan sebagainya .

Nah, sebelum semuanya terjadi dan membuat mata kita kaget terbelalak sebagaimana disinyalir oleh ayat di atas, marilah kita lakukan intropeksi diri. Kalau selama ini Allah belum menimpakan balasan atas kedoliman kita, baik berupa penyakit, kematian mendadak maupun azab lainnya, itu bukan berarti Allah lalai/lupa . Tapi itu bentuk kasih sayang Allah agar kita punya waktu untuk instropeksi dan berbenah diri atas kesalahan yang terjadi. Akan tetapi, jika waktu berbenah tidak kita ambil dan manfaatkan, maka Allah akan membuka kesadaran kita dengan azab yang Ia berikan secara mendadak di luar perkiraan kita. Pada saat itulah kita kaget dan mata kita terbelalak. Oleh karena itu, marilah kita kembali ke jalan-Nya. Kita benahi hal-hal salah yang selama ini kita lakukan. Karena kalau tidak, jangan salahkan  Allah kalau secara tiba-tiba mata kita terbelalak melihat akibat perbuatan kita. Ingat! Allah tidak lalai terhadap perbuatan orang yang dolim, termasuk kita yang mendolimi diri kita sendiri.
Oleh : Moh. Isnaini Yulad



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *