Dari Podium Juara ke Pelayanan Prima, Kemenag Kota Pasuruan Perkuat Komitmen Berintegritas
Prestasi lahir dari kompetensi, bukan sekadar asal lembaga. Pesan inilah yang mengemuka dalam apel pagi Kantor Kementerian Agama Kota Pasuruan yang dipimpin Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pasuruan, Dr. H. Rasyidi, S.Ag., M.Si. Kegiatan tersebut juga dirangkai dengan penyerahan apresiasi kepada 33 peraih juara Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tingkat Kota Pasuruan dari jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI) hingga Madrasah Aliyah (MA), di lapangan Kemenag Kota Pasuruan (12/10).
Dalam amanatnya, Rasyidi menegaskan bahwa pelaksanaan OMI harus menjadi cerminan kompetisi yang objektif, transparan, jujur, dan adil. Meski diselenggarakan oleh Kementerian Agama, ajang ini memberikan ruang bagi seluruh peserta untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya tanpa memandang asal lembaga pendidikan.
“Ini membuktikan bahwa kompetisi dilaksanakan secara fair, jujur, dan adil. Semua peserta memiliki kesempatan yang sama untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya,” tegas Rasyidi.
Menurutnya, hasil kompetisi yang melahirkan juara dari berbagai satuan pendidikan menjadi bukti penting bahwa kemenangan ditentukan oleh kemampuan peserta, bukan oleh latar belakang lembaga. Prinsip ini perlu terus dijaga agar kepercayaan terhadap penyelenggaraan kompetisi pendidikan semakin kuat.
Sebanyak 33 piala diserahkan kepada para juara OMI tingkat Kota Pasuruan dari berbagai jenjang pendidikan. Apresiasi ini menjadi bentuk penghargaan atas kerja keras, dedikasi, dan kemampuan para peserta dalam berkompetisi sekaligus motivasi untuk terus mengembangkan potensi diri.
Rasyidi juga mendorong peserta didik untuk tidak berhenti pada capaian saat ini. Ia berharap prestasi tersebut menjadi pijakan untuk meningkatkan kemampuan dan mempersiapkan diri menghadapi kompetisi pada jenjang yang lebih tinggi.
Ia turut memberikan semangat kepada peserta dari Kota Pasuruan yang belum berhasil melaju ke tingkat nasional. Menurutnya, hasil yang diraih saat ini bukan alasan untuk berkecil hati, melainkan momentum untuk memperkuat pembinaan dan meningkatkan kualitas persiapan.
“Jangan berkecil hati. Insyaallah, ke depan akan ada peserta dari Kota Pasuruan yang mampu mewakili hingga tingkat nasional. Yang terpenting, terus belajar, berlatih, dan meningkatkan kemampuan,” pesannya.
Pelayanan Publik Harus Menghadirkan Pengalaman yang Baik
Tak hanya berbicara tentang prestasi pendidikan, Rasyidi juga mengingatkan seluruh ASN Kementerian Agama, khususnya jajaran Kantor Urusan Agama (KUA) dan penyuluh agama, untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Ia menyoroti pentingnya menjadikan dinamika pelayanan publik yang menjadi perhatian masyarakat sebagai bahan evaluasi bersama. Setiap ASN harus memahami bahwa tugas utamanya adalah memberikan pelayanan secara profesional, ramah, dan bertanggung jawab.
“Kita adalah pelayan masyarakat, bukan masyarakat yang harus melayani kita,” tegasnya.
Menurut Rasyidi, pelayanan prima tidak selalu harus dimulai dari hal besar. Sikap santun, keramahan, kesediaan membantu, serta senyum tulus merupakan bagian penting dari pelayanan yang mampu menghadirkan kenyamanan bagi masyarakat.
“Paling tidak, masyarakat yang kita layani merasa senang. Senyum Anda itu ibadah,” pesannya.
Melalui apel pagi ini, Rasyidi mengajak seluruh jajaran Kementerian Agama Kota Pasuruan untuk terus memperkuat budaya kerja yang berintegritas, meningkatkan kompetensi, serta menghadirkan pelayanan publik yang semakin berkualitas. Semangat berprestasi harus berjalan beriringan dengan komitmen melayani, sehingga Kementerian Agama tidak hanya melahirkan generasi unggul, tetapi juga memberikan pelayanan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
