Bentengi Moral Remaja di Era Digital, SMPN 2 Kota Pasuruan Gandeng Kemenag Gelar Penyuluhan Agama

  • BIMAS
  • Disukai 2
  • Dibaca 21 Kali

Dalam upaya membentengi moralitas remaja di tengah derasnya arus digitalisasi, SMPN 2 Kota Pasuruan menggelar kegiatan penyuluhan agama yang diikuti puluhan siswa di aula sekolah (11/2). Kegiatan ini menghadirkan tim penyuluh dari Kemenag Kota Pasuruan sebagai narasumber utama.

Acara yang berlangsung khidmat tersebut bertujuan memberikan bekal spiritual dan mental kepada para siswa agar mampu menghadapi berbagai tantangan pergaulan masa kini dengan bijak dan bertanggung jawab.

Mengusung sinergi tiga perspektif utama, penyuluhan kali ini menghadirkan materi dari sudut pandang Al-Qur’an, kedisiplinan, dan psikologi remaja.

Akhmad Suhaemi, S.Pd.I dalam paparannya menegaskan bahwa Al-Qur’an bukan sekadar bacaan, melainkan fondasi hidup. “Al-Qur’an harus menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Jika kita menjadikannya sebagai rujukan, insyaallah langkah hidup akan selalu terarah dan penuh keberkahan,” ujarnya di hadapan para siswa.

Sementara itu, Khamzah, S.Pd.I menyoroti dinamika pergaulan remaja yang kian kompleks. Ia menekankan pentingnya pengendalian diri (self-control) sebagai kunci keberhasilan pelajar. “Kemampuan menahan diri dari pengaruh negatif adalah bekal utama untuk meraih masa depan yang gemilang,” tegasnya.

Pendekatan berbeda disampaikan oleh Muhammad Nafik, S.Psi yang membedah konsep “Remaja Qur’ani” melalui perspektif psikologi. Menurutnya, kecerdasan emosional yang dipadukan dengan nilai-nilai religius akan membentuk pribadi yang tangguh, santun, dan adaptif terhadap perubahan zaman. “Remaja yang kuat bukan hanya cerdas secara akademik, tetapi juga matang secara emosional dan spiritual,” jelasnya.

Pihak sekolah menyambut baik kolaborasi dengan Kemenag Kota Pasuruan ini. Melalui kegiatan tersebut, sekolah berharap para siswa tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual dan karakter yang kuat sebagai bekal menghadapi masa depan.

Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif. Para siswa tampak antusias mendalami materi yang disampaikan, menandakan besarnya minat dan kepedulian mereka terhadap pembentukan karakter dan moral di era digital.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *