Tanamkan Karakter Mulia, SMPN 7 Pasuruan Hadirkan Penyuluh Kemenag dalam Kegiatan BRUS

  • KUA_GADINGREJO
  • Disukai 0
  • Dibaca 17 Kali

Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 7 Pasuruan yang berlokasi di Jalan Simpang Tiga Slamet Riyadi, Kecamatan Sebani, Kota Pasuruan, menggelar kegiatan Penyuluhan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) pada Rabu (29/4). Kegiatan ini menghadirkan Penyuluh Agama Islam dari Kementerian Agama Kota Pasuruan dan diikuti oleh siswa kelas VII serta guru pendamping. Seluruh peserta tampak antusias mengikuti kegiatan yang berlangsung penuh semangat dan khidmat.

Materi penyuluhan dilaksanakan di tiga ruang kelas dan disampaikan oleh para penyuluh agama dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Gadingrejo, yakni Ustadz Akhmad Rifai, S.Pd.I., Ustadz Turhan Badri, S.HI., Ustadz Samsul Arif, S.Pd.I., serta Ustadzah Syafiah, S.Pd.I.

Kegiatan diawali dengan lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an secara klasikal, yang menambah suasana syahdu sekaligus menjadi penanda dimulainya rangkaian acara.

Dalam paparannya, Ustadz Akhmad Rifai menekankan pentingnya shalat dalam membentuk karakter mulia bagi remaja. Ia menjelaskan bahwa shalat bukan hanya sekadar kewajiban yang harus ditunaikan, melainkan sarana komunikasi spiritual untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ia juga mengingatkan konsekuensi bagi orang yang lalai dan meninggalkan shalat, sebagaimana disebutkan dalam Surah Al-Ma’un, bahwa Allah SWT mengancam dengan neraka Wail bagi mereka yang mengabaikan shalat. Hal ini menjadi perhatian penting mengingat sebagian besar siswa kelas VII telah memasuki usia baligh.

Ustadz Samsul Arif menambahkan bahwa kewajiban shalat harus mendapat perhatian serius baik di lingkungan keluarga maupun sekolah. Ia menegaskan bahwa pembiasaan ibadah perlu dibangun sejak dini agar menjadi bagian dari karakter dan kepribadian siswa.

Senada dengan hal tersebut, Ustadzah Syafiah menekankan pentingnya peran orang tua dan guru sebagai teladan. Menurutnya, keteladanan merupakan kunci utama agar para remaja merasa diperhatikan, dihargai, serta termotivasi untuk melaksanakan shalat secara disiplin.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan berbagi pengalaman seputar pelaksanaan shalat, termasuk shalat dalam perjalanan maupun dalam kondisi sakit. Suasana semakin menarik saat Ustadzah Syafiah memberikan kuis interaktif yang disambut antusias oleh para siswa.

Perwakilan guru pendamping, Syaiku, S.Pd.I., menyampaikan harapan agar kegiatan BRUS dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan konsisten guna menambah wawasan keagamaan serta memperkuat karakter religius peserta didik.

Kegiatan ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Ustadz Turhan Badri. Dalam doanya, ia memohon agar ilmu yang telah disampaikan dapat bermanfaat serta berharap siswa SMPN 7 Pasuruan tumbuh menjadi generasi yang shalih dan shalihah, berakhlak mulia, serta memiliki karakter yang kuat.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *