Sambut Fenomena Astronomi, Penyuluh Kemenag Kota Pasuruan Warnai Mimbar Akademik UNIWARA Lewat Sosialisasi Rashdul Kiblat 2026

  • Humas Kemenag
  • Disukai 0
  • Dibaca 31 Kali

Menyambut momentum langka ketika matahari tepat berada di atas Ka’bah, Penyuluh Agama Islam Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pasuruan hadir di Universitas Wiranegara (UNIWARA) Pasuruan untuk membekali mahasiswa dengan pemahaman sekaligus keterampilan praktis menentukan arah kiblat melalui fenomena Rashdul Kiblat 2026. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (15/7) ini diikuti mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Angkatan 2025 sebagai bagian dari penguatan literasi ilmu falak yang aplikatif.

Penyuluhan menghadirkan Muhammad Nafik, S.Psi., Penyuluh Agama Islam Kemenag Kota Pasuruan yang juga menjabat sebagai Koordinator Bidang Pendidikan dan Peningkatan SDM Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kota Pasuruan.

Dalam pemaparannya, Muhammad Nafik menjelaskan bahwa fenomena Rashdul Kiblat atau Istiwa A’zham tahun ini terjadi pada Rabu dan Kamis, 15–16 Juli 2026 pukul 16.27 WIB. Pada waktu tersebut, posisi matahari tepat berada di atas Ka’bah sehingga bayangan benda yang berdiri tegak lurus akan mengarah tepat ke kiblat.

“Momentum hari ini dan besok pada pukul 16.27 WIB merupakan waktu terbaik bagi masyarakat untuk memverifikasi akurasi arah kiblat. Metode ini sangat mudah, akurat, dan dapat dipraktikkan langsung menggunakan alat sederhana yang tersedia di sekitar kita,” jelas Nafik di hadapan mahasiswa PAI Angkatan 2025.

Kegiatan ini turut didampingi Jakaria Umro, M.Pd.I., Dosen Tetap UNIWARA sekaligus Ketua ISNU Kota Pasuruan. Ia mengapresiasi kolaborasi antara UNIWARA dan Kemenag Kota Pasuruan dalam menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga memberikan pengalaman praktik yang bermanfaat bagi mahasiswa.

“Mahasiswa PAI Angkatan 2025 merupakan calon pendidik masa depan. Melalui sinergi ini, mereka tidak hanya memahami teori di ruang kuliah, tetapi juga memiliki bekal untuk mengedukasi dan membimbing masyarakat dalam memastikan arah kiblat secara ilmiah dan syar’i,” ungkap Jakaria Umro.

Sosialisasi berlangsung interaktif. Menjelang waktu Rashdul Kiblat, para mahasiswa tampak antusias menyiapkan alat peraga dan mempraktikkan secara langsung metode penentuan arah kiblat melalui pengamatan bayangan matahari. Kegiatan ini diharapkan menjadi bekal berharga bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu falak dalam pengabdian kepada masyarakat.

Paragraf pembuka kini lebih menonjolkan nilai berita (fenomena astronomi langka), alasan kegiatan, serta manfaatnya bagi mahasiswa sehingga lebih menarik untuk dibaca sebagai rilis Humas atau berita media.




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *