Prestasi Anak Muda Jadi Energi, Kemenag Kota Pasuruan Dorong ASN Makin Profesional
Semangat berprestasi dan penguatan disiplin menjadi dua pesan utama dalam Apel Pagi Kementerian Agama Kota Pasuruan yang digelar di lapangan tengah Kemenag Kota Pasuruan, Senin (28/9), pukul 07.30 WIB.
Sebelum amanat pembina apel, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pasuruan, Dr. H. Rasyidi, S.Ag., M.Si., menyerahkan apresiasi kepada enam santri & santriwati Madrasah Diniyah (Madin) berprestasi. Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas capaian dan perjuangan para siswa yang telah mengharumkan nama Kota Pasuruan di Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (PORSADIN) VII Jawa Timur.
Dalam amanatnya, Rasyidi mengungkapkan rasa syukur atas capaian Kota Pasuruan yang berhasil menempati peringkat ke-10 di tingkat Jawa Timur.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti bahwa keterbatasan sebagai daerah dengan wilayah relatif kecil bukan menjadi alasan untuk berhenti berprestasi.
“Alhamdulillah, ternyata anak-anak kita luar biasa. Mereka mampu menunjukkan semangat dan kemampuan yang keren,” ungkapnya.
Ia juga memberikan apresiasi terhadap kreativitas peserta, termasuk penampilan selawat yang mendapat perhatian dari sejumlah pihak. Rasyidi mengaku mendapat sejumlah pesan apresiasi atas penampilan tersebut.
“Luar biasa katanya. Nanti saya ingin mendengarkan langsung selawatnya,” ujarnya disambut antusias peserta apel.
Memasuki pesan kedinasan, Rasyidi kemudian menekankan pentingnya penguatan disiplin ASN. Ia meminta jajaran Kasubbag Tata Usaha bersama analis kepegawaian untuk mengkaji regulasi kepegawaian, termasuk PP Nomor 11 Tahun 2017 (jo. PP Nomor 17 Tahun 2020), sebagai bagian dari upaya memastikan pelaksanaan tugas dan penempatan pegawai berjalan sesuai ketentuan.
Ia juga mengingatkan seluruh ASN untuk menjaga kedisiplinan, mulai dari kehadiran hingga kepatuhan terhadap jam kerja.
Menurutnya, ketika seorang pegawai memiliki kepentingan atau tugas di luar kantor, komunikasi dan koordinasi tetap harus dilakukan. Jangan sampai keberadaan pegawai tidak diketahui oleh pimpinan maupun pejabat terkait.
“Kalau ada kepentingan, sampaikan. Karena setiap orang pasti punya kepentingan, termasuk saya. Yang penting dikomunikasikan,” tegasnya.
Rasyidi juga menegaskan bahwa prinsip kedisiplinan berlaku bagi seluruh ASN tanpa pengecualian. Tidak ada perlakuan khusus maupun toleransi yang berbeda bagi individu tertentu.
“Tidak ada yang spesial. Semuanya sama di tempat saya. Sama halnya ketika kita bermasalah di depan hukum, semuanya mempunyai kesempatan yang sama,” tandasnya.
Selain disiplin, Rasyidi turut menyampaikan agenda profiling ASN yang akan dilaksanakan sebagai bagian dari pemetaan potensi dan talenta aparatur. Profiling tersebut bertujuan mengidentifikasi kompetensi, kemampuan, serta potensi masing-masing ASN sehingga dapat dipetakan sesuai kebutuhan organisasi.
“Profiling itu intinya untuk mencari ASN yang bertalenta, yang mempunyai kemampuan dan skill tersendiri. Semua ASN akan dipetakan, kira-kira si A dan si B cocoknya di mana,” jelasnya.
Ia menambahkan, profiling ASN nantinya menjadi bagian dari basis data pemetaan ASN, tidak hanya di lingkungan Kementerian Agama Kota Pasuruan, tetapi dalam lingkup yang lebih luas hingga tingkat Jawa Timur dan nasional.
Rasyidi sendiri memastikan akan mengikuti proses profiling ASN yang dijadwalkan oleh pihak terkait.
Apel pagi tersebut menjadi momentum untuk mengapresiasi prestasi generasi muda sekaligus memperkuat komitmen seluruh ASN Kemenag Kota Pasuruan terhadap disiplin, profesionalitas, dan pengembangan talenta.
Prestasi diapresiasi, disiplin diperkuat, talenta dipetakan. Dari apel pagi, semangat perubahan terus dimulai.
