Pokjaluh Kota Pasuruan Perkuat Sinergi Penyuluh, Dorong Dakwah Adaptif di Era Digital

  • BIMAS
  • Disukai 2
  • Dibaca 36 Kali

Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) Agama Islam Kota Pasuruan memperkuat konsolidasi lintas penyuluh untuk meningkatkan sinergi dan menyusun langkah kerja yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Konsolidasi tersebut digelar Selasa (29/9/2026) dan dipimpin langsung Ketua Pokjaluh Kota Pasuruan, Moh. Arief Arwani, S.HI., dengan menghadirkan Humas Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pasuruan, Devina Ferling, S.I.Kom.

Sejumlah agenda menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut, mulai dari pemantapan program kerja, pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) secara bijak, percepatan sertifikasi tanah wakaf, hingga penguatan peran penyuluh dalam mendukung Penilaian Mandiri Pembangunan Zona Integritas (PMPZI).

Ketua Pokjaluh Kota Pasuruan, Arief Arwani, menegaskan bahwa penyuluh perlu terus beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan prinsip dan nilai keagamaan.

“Penyuluh harus mampu membaca perubahan zaman. Teknologi, termasuk AI, bisa dimanfaatkan untuk membuat materi dakwah yang lebih menarik dan relevan, tetapi tetap harus memperhatikan etika, validitas informasi keagamaan, dan kearifan lokal,” ujarnya.


Selain penguatan dakwah digital, Pokjaluh juga mendorong percepatan legalisasi tanah wakaf agar aset keagamaan masyarakat memiliki kepastian hukum dan dapat memberikan manfaat yang lebih luas.

Arip menambahkan, keterlibatan penyuluh dalam penguatan Zona Integritas juga menjadi bagian penting dari konsolidasi. Menurutnya, penyuluh tidak hanya berperan dalam pembinaan keagamaan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menghadirkan pelayanan publik yang berintegritas.

Sementara itu, Humas Kemenag Kota Pasuruan, Devina Ferling, mengapresiasi konsolidasi yang dilakukan Pokjaluh. Menurutnya, soliditas penyuluh menjadi modal penting dalam menghadapi dinamika komunikasi publik dan perkembangan informasi di tengah masyarakat.

“Penyuluh adalah salah satu wajah Kemenag yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Karena itu, selain kuat dalam substansi keagamaan, penyuluh juga perlu mampu berkomunikasi secara terbuka, kreatif, dan adaptif di ruang digital,” kata Devina.

Konsolidasi ini diharapkan menjadi ruang untuk menyatukan langkah para penyuluh sekaligus memperkuat kontribusi mereka dalam pelayanan dan pendampingan keagamaan. Dengan sinergi yang semakin solid, penyuluh diharapkan mampu menghadirkan program yang lebih inovatif, tepat sasaran, dan dekat dengan kebutuhan masyarakat Kota Pasuruan.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *