Perkuat Tata Kelola Berbasis Data, Kemenag Kota Pasuruan Gelar Rakor Kelembagaan dan Sistem Informasi Madrasah
Dalam upaya memperkuat tata kelola madrasah yang efektif, akuntabel, dan berbasis data, Tim Kelembagaan dan Sistem Informasi Pendidikan Madrasah menyelenggarakan Rapat Koordinasi Kelembagaan dan Sistem Informasi Pendidikan Madrasah di Kebon Pring, Kota Pasuruan (9/6).
Kegiatan ini diikuti oleh kepala madrasah, bendahara, dan operator dari seluruh jenjang pendidikan madrasah, mulai dari RA, MI, MTs, hingga MA negeri dan swasta se-Kota Pasuruan. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun sinergi pengelolaan data serta meningkatkan mutu layanan pendidikan madrasah.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Tim Kelembagaan dan Sistem Informasi sekaligus Analis Data Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Syamsul Huda, M.Pd.I., bersama Hafid Alfian, S.Kom., Staf Statistik, dan Alif Azharudin, S.Kom., Staf Pranata Komputer.
Hadir pula Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pasuruan, Dr. H. Rasyidi, S.Ag., M.Si., Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Abdul Hakim Thantowi, S.Pd., Pengawas Madrasah Drs. Mokhamad Yusuf, M.Pd. dan Mokhamad Hamzah, S.Ag., M.Pd.I., serta Operator Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Kota Pasuruan, Wildan Nuriansyah, S.E.
Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pasuruan, Dr. H. Rasyidi, S.Ag., M.Si., mengawali arahannya dengan mengutip pandangan Imam Syafi’i mengenai enam syarat menuntut ilmu, yaitu kecerdasan, semangat yang tinggi, kesabaran, bekal yang memadai, bimbingan guru, dan waktu yang cukup. Menurutnya, keberhasilan dalam memperoleh ilmu tidak dapat diraih secara instan, melainkan melalui proses yang panjang dan berkesinambungan.
Ia menegaskan bahwa tata kelola madrasah yang baik merupakan fondasi utama dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas.
“Tata kelola madrasah harus dilaksanakan secara tertib, transparan, dan akuntabel. Data yang baik akan menentukan kualitas layanan pendidikan sekaligus menjadi dasar berbagai kebijakan dan bantuan yang diterima madrasah,” tegas Rasyidi.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa berbagai bantuan yang diberikan kepada madrasah akan terus diawasi dan diaudit guna memastikan ketepatan sasaran serta akuntabilitas penggunaannya.
“Setiap bantuan yang diberikan harus dapat dipertanggungjawabkan dengan baik. Karena itu, pengelolaan administrasi dan data yang valid menjadi tanggung jawab bersama demi menjaga kepercayaan publik terhadap madrasah,” tambahnya.
Sementara itu, dalam sesi pembinaan, Syamsul Huda, M.Pd.I. menekankan pentingnya penguatan data kelembagaan sebagai instrumen utama dalam pengambilan kebijakan pendidikan madrasah. Salah satu fokus utama yang dibahas adalah optimalisasi Gudang Data EMIS (Education Management Information System) sebagai pusat penyimpanan dan pengelolaan data pendidikan madrasah yang terintegrasi.
Data dalam EMIS mencakup profil madrasah, peserta didik, tenaga pendidik dan kependidikan, sarana prasarana, bantuan operasional, akreditasi, madrasah adiwiyata, madrasah inklusi, hingga berbagai program strategis lainnya. Seluruh data tersebut menjadi rujukan utama dalam penyusunan kebijakan, penyaluran bantuan, perencanaan program, serta evaluasi penyelenggaraan pendidikan madrasah.
“Sinkronisasi dan validitas data menjadi hal yang sangat penting. Setiap data dalam EMIS saling terhubung dan memengaruhi data lainnya. Ketidaksesuaian pada satu komponen data dapat berdampak pada layanan, program bantuan, maupun kebijakan yang diterima madrasah,” jelas Syamsul Huda.
Melalui kegiatan ini, seluruh peserta diharapkan segera melakukan verifikasi, pembaruan, dan perbaikan data kelembagaan secara menyeluruh pada masing-masing satuan pendidikan. Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas layanan dan mutu pendidikan madrasah.
Rapat koordinasi ini juga menjadi momentum untuk menyamakan persepsi serta memperkuat sinergi antara madrasah dan Kementerian Agama dalam mewujudkan tata kelola pendidikan yang profesional, modern, dan berbasis data.
“Ketersediaan data yang lengkap, akurat, dan mutakhir bukan hanya kebutuhan administratif, tetapi merupakan kunci dalam menghadirkan pendidikan madrasah yang unggul, adaptif, dan berdaya saing,” pungkas Syamsul Huda.
Dengan penguatan tata kelola dan validitas data yang berkelanjutan, madrasah di Kota Pasuruan diharapkan semakin siap menghadapi berbagai tantangan pendidikan serta mampu memberikan layanan terbaik bagi peserta didik dan masyarakat. (SS)
