Perkuat Silaturrahim Kebangsaan, FKUB dan Kemenag Kota Pasuruan Kunjungi Sekretariat Ahlul Bait Indonesia (ABI)
Dalam upaya merawat toleransi dan memperkokoh persatuan antarorganisasi keagamaan, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Pasuruan bersama Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pasuruan menggelar kunjungan silaturrahim ke Sekretariat DPD Ahlul Bait Indonesia (ABI) Kota Pasuruan pada Selasa (11/8/2026).
Kegiatan yang dipandu oleh Moh. Arif Arwani, S.HI. (Ketua Pokjaluh Kemenag Kota Pasuruan sekaligus Wakil Sekretaris FKUB) ini berlangsung hangat dan penuh keakraban sebagai sarana mempererat jalinan kebangsaan di wilayah Kota Pasuruan.
Acara diawali dengan sambutan pengurus ABI Kota Pasuruan, Habib Muhammad Thoha Buftheim. Beliau menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya silaturrahim tersebut dan memperkenalkan gambaran umum organisasi ABI yang resmi didirikan di Jakarta pada 11 Juni 2011 sebagai wujud kontribusi untuk menjaga persatuan bangsa.
Kepala Kantor Kemenag Kota Pasuruan, Dr. Rasyidi, S.Ag., M.Si., dalam sambutannya menguraikan hakikat filosofis dari silaturrahim. Beliau mengingatkan bahwa secara hakiki, seluruh manusia berasal dari rahim yang sama sebagai keturunan Nabi Adam AS dan Hawa.
"Keberagaman suku, bangsa, dan agama di Indonesia dipersatukan oleh konsensus nasional kita, yaitu Pancasila. Kota Pasuruan adalah kota yang damai serta menjadi simbol persatuan berbagai etnis dan agama demi kemajuan bersama," tegas Dr. Rasyidi.
Ketua FKUB Kota Pasuruan, Drs. H. Makmur Salim, M.Si., mengapresiasi penyambutan hangat dari tuan rumah. Beliau menekankan pentingnya menjaga kerukunan dengan mengutip pesan Presiden ke-4 RI, KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur). "Bangsa Indonesia menjadi besar karena kita mampu menghormati perbedaan," tuturnya.
Suasana semakin dinamis saat memasuki sesi diskusi interaktif. Pematik diskusi yang disampaikan oleh Ust. Herman Felani (Penyuluh Agama Islam Kecamatan Panggungrejo) mengenai profil dan keberadaan ABI dijawab secara lugas oleh Ketua ABI Kota Pasuruan, Habib Achmad bin Salim Assegaf.
Sesi diskusi ditutup dengan penajaman serta refleksi keagamaan dari Habib Hud Alwi Assegaf. Beliau menggambarkan keindahan keberagaman melalui analogi yang menarik. "Pelangi tidak akan indah bila tidak berwarna-warni, dan mengutip lirik lagu Rhoma Irama, hidup tanpa cinta bagaikan taman tak berbunga," ujarnya.
Habib Hud Alwi Assegaf juga membagikan kisah hikmah tentang Nabi Musa AS yang mendapat teguran dari Allah SWT karena sempat mengusir seorang kakek yang tidak membaca basmalah saat makan. Pesan moral dari kisah tersebut menggarisbawahi bahwa Allah SWT tetap memberi rezeki kepada siapapun tanpa membeda-bedakan, sehingga manusia tidak sepatutnya bersikap sempit hanya karena adanya perbedaan. Kisah penuh pesan damai ini disambut hangat dan gelak tawa keakraban dari seluruh hadirin yang hadir.
