Perkuat Kualitas Ibadah Umat, Tim Penyuluh KUA Bugul Kidul Bedah Problematika Puasa di Majelis Taklim As-Sa’diyyah

  • KUA_BUGULKIDUL
  • Disukai 0
  • Dibaca 39 Kali

Bulan suci Ramadhan menjadi momentum strategis bagi jajaran Kementerian Agama untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat melalui edukasi keagamaan yang komprehensif dan aplikatif. Komitmen tersebut diwujudkan oleh Tim Penyuluh Agama Islam KUA Bugul Kidul melalui kegiatan safari dakwah di Majelis Taklim As-Sa’diyyah, Kelurahan Blandongan, Kota Pasuruan.

Kegiatan yang digelar pada Kamis (26/02), bertepatan dengan 8 Ramadhan 1447 H, menghadirkan lima penyuluh agama untuk menyampaikan materi dari beragam perspektif keilmuan. Tim yang terdiri atas Ustadz M. Ainul Yaqin, Ustadz Muhammad Badrul Huda, Ustadz Sulthon Fathoni, Ustadzah Lailatul Mahmudah, dan Ustadzah Zuhrotul Laily tersebut disambut hangat dan penuh antusias oleh puluhan jamaah yang hadir.

Materi Komprehensif: Dari Fikih hingga Ekonomi

Dalam penyampaiannya, para penyuluh membagi materi ke dalam lima klaster utama guna menghadirkan pemahaman puasa yang utuh dan menyeluruh.

Pertama, Akhlak Tasawuf, yang menekankan pentingnya menjaga keikhlasan, menghindari sifat ujub dan riya’, sehingga puasa tidak hanya menjadi rutinitas menahan lapar dan dahaga, tetapi juga sarana penyucian hati.

Kedua, Kesehatan Multidimensi, yang mengulas manfaat puasa bagi kesehatan jasmani, ketenangan rohani, hingga pengelolaan ekonomi keluarga yang lebih bijak dan teratur selama Ramadhan.

Ketiga, Ramadhan sebagai Bulan Al-Qur’an, dengan mendorong jamaah untuk meningkatkan interaksi bersama Al-Qur’an melalui tadarus dan tadabbur agar nilai-nilainya terimplementasi dalam kehidupan sehari-hari.

Keempat, Fikih Puasa, yang memaparkan ketentuan syariat secara jelas agar ibadah dilaksanakan sesuai tuntunan.

Kelima, Problematika Puasa Kontemporer, yang membahas berbagai persoalan aktual serta pertanyaan praktis yang kerap muncul di tengah masyarakat dalam menjalankan ibadah di era modern.

Ustadz M. Ainul Yaqin selaku perwakilan tim menyampaikan bahwa sinergi antarpenyuluh ini merupakan bentuk pelayanan keagamaan yang kolaboratif. “Kami ingin memastikan jamaah menjalankan Ramadhan dengan bekal ilmu yang mantap, sehingga ibadah yang dilakukan tidak hanya sah secara syariat, tetapi juga berkualitas dan berdampak positif pada kehidupan sosial,” ungkapnya.

Melalui safari dakwah ini, KUA Bugul Kidul berharap Majelis Taklim tidak sekadar menjadi ruang silaturahmi, tetapi juga berkembang sebagai pusat literasi keagamaan yang moderat, mencerahkan, dan responsif terhadap dinamika masyarakat di Kota Pasuruan. (AIN)



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *