Perkuat Kerukunan, BDK Surabaya Gelar Pelatihan Penguatan Moderasi Beragama di Kota Pasuruan

  • Humas Kemenag
  • Disukai 1
  • Dibaca 24 Kali

Balai Diklat Keagamaan (BDK) Surabaya menyelenggarakan Pelatihan Penguatan Moderasi Beragama (PMB) yang berlangsung selama tiga hari, 10–12 Maret 2026, bertempat di Aula Kantor Kementerian Agama Kota Pasuruan. Kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta dari berbagai latar belakang yang dengan antusias mengikuti seluruh rangkaian pelatihan.

Pelatihan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman serta komitmen para peserta terhadap nilai-nilai moderasi beragama sebagai fondasi penting dalam menjaga kerukunan dan persatuan di tengah masyarakat yang majemuk.

Hadir sebagai tim widyaiswara dalam kegiatan ini yaitu Dr. M. Musfiqon, S.Ag., M.Pd. dan Dr. Andiek Widodo, S.T., M.M. yang menyampaikan berbagai materi strategis terkait moderasi beragama. Adapun materi yang diberikan antara lain Sketsa Kehidupan Beragama di IndonesiaKonsep Moderasi BeragamaWawasan Kebangsaan, serta berbagai topik lain yang berkaitan dengan penguatan moderasi beragama di tengah kehidupan masyarakat.

Pada hari pertama pelatihan, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pasuruan, Dr. H. Rasyidi, S.Ag., M.Si., memberikan arahan sekaligus menyampaikan materi pengantar mengenai pentingnya moderasi beragama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dalam sambutannya, Rasyidi menegaskan bahwa kegiatan moderasi beragama di Kota Pasuruan melibatkan berbagai unsur dari beragam latar belakang agama, seperti Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu. Hal tersebut menjadi cerminan nyata dari kerukunan dan harmoni yang terjalin di tengah masyarakat.

Moderasi beragama adalah cara pandang dalam memahami dan menjalankan ajaran agama secara seimbang, berada di tengah-tengah, tidak condong pada ekstrem kanan maupun ekstrem kiri. Dengan pemahaman agama yang baik dan benar, kita dapat menjaga persatuan bangsa, menangkal ancaman ideologi ekstrem, serta memperkuat komitmen terhadap nilai-nilai Pancasila,” ungkapnya.

Melalui pelatihan ini, diharapkan para peserta dapat menjadi agen moderasi beragama di lingkungan masing-masing serta mampu menebarkan nilai-nilai toleransi, kebersamaan, dan persaudaraan dalam kehidupan bermasyarakat.

Selama tiga hari pelaksanaan, kegiatan berlangsung secara interaktif melalui pemaparan materi, diskusi, serta berbagai sesi refleksi yang mendorong peserta untuk semakin memahami pentingnya moderasi beragama dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *