Penyuluh Agama Kristen Kemenag Kota Pasuruan Berikan Pembinaan Rohani di SMAN 1 Kota Pasuruan
Kemenag Kota Pasuruan melalui Penyuluh Agama Kristen, Resmi Tumanggor, S.Pd.K., melaksanakan kegiatan pembinaan rohani bagi peserta didik di SMAN 1 Kota Pasuruan, pada Rabu, 25 Februari 2026.
Kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan keagamaan yang rutin dilakukan sebagai bentuk pelayanan Kemenag dalam memperkuat nilai-nilai spiritual serta membangun karakter pelajar yang beriman, berakhlak, dan mampu hidup harmonis di tengah keberagaman.
Dalam pembinaan tersebut, Resmi Tumanggor mengangkat tema “Hidup Rukun dalam Perbedaan”. Ia menekankan pentingnya sikap toleransi sebagai landasan utama dalam menciptakan kehidupan yang damai di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
“Toleransi adalah sikap menghargai dan menghormati orang lain tanpa memaksakan kehendak kita. Toleransi tidak berarti kita meninggalkan iman kita, tetapi justru menunjukkan bahwa kita kuat dalam iman dengan tetap mengasihi orang lain,” ujarnya.
Resmi menjelaskan bahwa Tuhan mengajarkan umat-Nya untuk hidup dalam damai dan kasih kepada semua orang tanpa membeda-bedakan. Ia mengutip firman Tuhan dalam Roma 12:18, “Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang.” Ayat ini, menurutnya, menjadi pengingat bahwa kedamaian harus diupayakan melalui sikap dan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, ia juga mengutip 1 Petrus 3:8 yang berbunyi, “Hendaklah kamu semua seia sekata, seperasaan, mengasihi saudara-saudara, penyayang dan rendah hati.” Melalui ayat tersebut, para siswa diajak untuk membangun hati yang penuh kasih, tidak sombong, serta mampu memahami dan menghargai perbedaan yang ada.
Tidak hanya itu, Resmi juga menyampaikan pesan Yesus dalam Matius 5:9, “Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.” Menurutnya, ayat ini menegaskan bahwa Tuhan sangat menghargai orang-orang yang menciptakan kedamaian dan menjadi pembawa damai di tengah lingkungan sosialnya.
Ia menambahkan bahwa sebagai pelajar, sikap toleransi dapat diwujudkan dalam hal-hal sederhana, seperti menghargai teman yang sedang beribadah, tidak mengejek perbedaan, menjalin pertemanan tanpa diskriminasi, serta menolak segala bentuk perundungan (bullying).
“Sikap-sikap kecil inilah yang menunjukkan bahwa kita hidup dalam kasih Tuhan. Perbedaan bukan alasan untuk saling menjauh, tetapi kesempatan untuk belajar mengasihi lebih dalam,” ungkapnya.
Melalui pembinaan ini, diharapkan para siswa SMAN 1 Kota Pasuruan semakin memahami pentingnya hidup rukun dalam keberagaman, serta mampu menjadi teladan dalam menciptakan suasana sekolah yang damai, harmonis, dan penuh kasih.
Kegiatan pembinaan rohani tersebut mendapat perhatian positif dari pihak sekolah dan para siswa yang mengikuti kegiatan dengan antusias, sekaligus menjadi langkah nyata dalam membangun generasi muda yang menjunjung tinggi nilai toleransi serta moderasi beragama.
