Merawat Harmoni, Mengukuhkan Toleransi: Pesan Kemenag dalam Raker FKUB Kota Pasuruan
Keberagaman adalah anugerah sekaligus tantangan yang harus dirawat dengan penuh kebijaksanaan. Pesan mendalam ini menjadi fondasi utama dalam pengarahan yang disampaikan oleh H. Isnaini Yulad, M.Ag., selaku perwakilan dari Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pasuruan, saat membuka Rapat Kerja (Raker) sekaligus Rapat Koordinasi (Rakor) Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Pasuruan di Aula Kantor Kemenag Kota Pasuruan, Minggu (10/5/2026).
Payung Keberagaman di Bawah Naungan FKUB
Mengawali sambutannya, H. Isnaini menyampaikan salam hangat dari Bapak Kepala Kantor Kemenag Kota Pasuruan kepada seluruh jajaran pengurus FKUB dan para tokoh agama yang hadir. Ia mengingatkan kembali fondasi kebangsaan bahwa Indonesia adalah negara dengan kekayaan ragam keyakinan, di mana terdapat enam agama yang secara resmi diakui oleh negara.
Seluruh keanekaragaman tersebut, lanjutnya, diwadahi dan dirangkul dalam satu payung besar yang luhur, yakni FKUB. Forum ini menjadi rumah bersama untuk menjalin komunikasi dan mempererat tali persaudaraan antarumat beragama.
Tantangan Kerukunan dan Bahaya Narasi Kebencian
Di balik indahnya lanskap keberagaman, H. Isnaini memberikan catatan kritis mengenai dinamika sosial yang terjadi saat ini. Menurutnya, ancaman terbesar yang dihadapi bangsa bukanlah persoalan fisik, melainkan rapuhnya kerukunan umat beragama.
Munculnya berbagai tantangan baru, terutama cara-cara beragama yang sempit dan berpotensi menyebarkan kebencian, menuntut perhatian serius. Oleh karena itu, Kemenag menaruh harapan besar kepada FKUB agar mampu mengambil peran strategis dalam mengedukasi, membimbing, dan mengendalikan dinamika di masing-masing umat beragama agar tetap berada pada jalur yang sejuk dan damai.
Tiga Langkah Kunci Penguatan Moderasi
Untuk menjawab tantangan tersebut, H. Isnaini menekankan pentingnya mengarusutamakan program inti FKUB, yaitu moderasi beragama dan toleransi beragama. Ia memaparkan tiga langkah strategis yang harus dipegang teguh oleh para pemuka agama dan masyarakat:
Memperkuat Esensi Beragama: Mengembalikan praktik keagamaan pada nilai-nilai luhurnya, yaitu membawa kedamaian, kasih sayang, dan kebaikan bagi sesama.
Mengelola Tafsir Beragama:
Menyampaikan pemahaman dan tafsir keagamaan secara bijaksana, mencerahkan, dan tidak memicu friksi di ruang publik.
Merawat Indonesia: Menjadikan semangat kebangsaan sebagai pengikat utama dengan berlandaskan pada tegaknya NKRI, Pancasila, UUD 45 dan Bhinneka Tunggal Ika.
Harapan untuk Program Kerja 2026
Mengakhiri arahannya, H. Isnaini Yulad menaruh harapan besar agar Raker dan Rakon FKUB kali ini mampu merumuskan dan melahirkan program kerja tahun 2026 yang solid, implementatif, dan berdampak langsung pada ketenteraman masyarakat Kota Pasuruan.
Dengan melantunkan Bismillahirrahmanirrahim yang diikuti oleh seluruh peserta, H. Isnaini Yulad secara resmi membuka Raker FKUB Kota Pasuruan tahun 2026. Semoga ikhtiar bersama ini senantiasa membawa keberkahan dan kedamaian bagi bangsa. [Suharsono]
