Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas, Kemenag Kota Pasuruan Wujudkan Kepedulian Nyata
Kantor Kementerian Agama Kota Pasuruan menggelar kegiatan Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas bertajuk “Festival Pesan Inklusif: Dari Jiwa Anak untuk Negeri” pada Kamis pagi di Aula Kantor Kementerian Agama Kota Pasuruan. Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut merupakan bagian dari program Kementerian Agama Republik Indonesia yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia sebagai bentuk kepedulian kepada anak yatim dan penyandang disabilitas.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pasuruan, Dr. H. Rasyidi, S.Ag., M.Si., Kasubag Tata Usaha Moh. Isnaini Yulad, M.Pd.I., Kasi Pendidikan Madrasah Abdul Chakim Thantowi, S.Pd.I., serta Penyelenggara Zakat dan Wakaf (Zawa) sekaligus Ketua Panitia, Hakam Hamidi, S.Ag., M.Pd.I.
Dalam laporannya, Ketua Panitia Hakam Hamidi menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan hasil sinergi dan kolaborasi antara Kementerian Agama Kota Pasuruan dan Baznas Kota Pasuruan yang bertujuan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya anak yatim dan penyandang disabilitas.
“Acara ini merupakan sinergi dan kolaborasi antara Kementerian Agama dan Baznas Kota Pasuruan Tahun 2026. Program ini diharapkan memberikan dampak dan manfaat yang nyata bagi masyarakat. Pada tahun ini, penerima manfaat terdiri dari 35 anak yatim piatu dan 5 penyandang disabilitas,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pasuruan, Dr. H. Rasyidi, S.Ag., M.Si., mengapresiasi seluruh ASN Kementerian Agama Kota Pasuruan yang telah berpartisipasi dan menyisihkan sebagian rezekinya untuk menyukseskan kegiatan tersebut.
“Saya mengapresiasi seluruh ASN yang telah ikhlas bersedekah dalam kegiatan ini. Semoga kepedulian dan kebersamaan yang terbangun hari ini dapat terus berlanjut dan menjadi kegiatan rutin di masa mendatang,” ujarnya.
Melalui pelaksanaan kegiatan yang berlangsung serentak secara nasional ini, Kementerian Agama berharap dapat memperkuat semangat gotong royong, kepedulian sosial, dan inklusivitas di tengah masyarakat. Kehadiran negara melalui program-program kemanusiaan diharapkan mampu memberikan kebahagiaan dan harapan bagi anak-anak yatim serta penyandang disabilitas, sekaligus menanamkan nilai-nilai solidaritas dan kasih sayang kepada sesama.
