Kultum Dhuhur Kemenag Kota Pasuruan: Jangan Tertipu Dua Nikmat, Sehat dan Waktu Luang

  • BIMAS
  • Disukai 0
  • Dibaca 13 Kali

Kegiatan Kultum Dhuhur di Musholla Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pasuruan, Senin (31/8), mengajak jajaran pegawai dan jamaah untuk kembali merenungkan dua nikmat Allah SWT yang kerap terlupakan dan disia-siakan manusia, yakni kesehatan dan waktu luang.

Kultum disampaikan oleh Muhammad Nafik, S.Psi., Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Panggungrejo, dengan mengangkat tema “Dua Kenikmatan yang Banyak Manusia Tertipu di Dalamnya.” Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Kankemenag Kota Pasuruan, Kasubbag Tata Usaha, jajaran pegawai, serta jamaah di lingkungan Kemenag Kota Pasuruan.

Dalam tausiyahnya, Muhammad Nafik mengajak jamaah untuk merenungkan sabda Nabi Muhammad ﷺ:

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ ﷺ:

«نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ: الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ»

Artinya: “Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu (merugi) di dalamnya, yaitu kesehatan dan waktu luang.” (HR. Bukhari)

Kesehatan dan Waktu, Dua Nikmat yang Sering Dilalaikan

Muhammad Nafik menjelaskan bahwa kesehatan merupakan salah satu nikmat Allah SWT yang sangat besar. Dengan kesehatan, seseorang dapat menjalankan ibadah, bekerja, menuntut ilmu, membantu sesama, serta melakukan berbagai amal kebaikan.

Namun, tidak sedikit manusia yang baru menyadari betapa berharganya kesehatan setelah mengalami sakit. Karena itu, selagi diberikan kesehatan, setiap kesempatan hendaknya dimanfaatkan untuk memperbanyak ibadah dan amal kebajikan.

Nikmat kedua adalah waktu luang. Waktu merupakan karunia yang tidak dapat diulang. Setiap detik yang telah berlalu tidak akan pernah kembali.

Menurutnya, waktu luang semestinya diisi dengan aktivitas yang bernilai dan membawa manfaat, seperti membaca Al-Qur’an, berdzikir, menuntut ilmu, bersilaturahmi, membantu sesama, maupun melakukan berbagai aktivitas positif lainnya.

Jangan Sampai Menjadi Orang yang Merugi

Lebih lanjut, Muhammad Nafik menjelaskan makna kata مَغْبُونٌ (maghbun) dalam hadits tersebut, yang menggambarkan kondisi seseorang yang tertipu atau mengalami kerugian karena tidak mampu memanfaatkan nikmat yang dimilikinya.

Seseorang yang memiliki kesehatan tetapi menyia-nyiakannya, demikian pula seseorang yang memiliki waktu luang tetapi menghabiskannya untuk perkara yang tidak bermanfaat, pada hakikatnya sedang berada dalam kondisi merugi.

“Kesempatan tidak selalu datang dua kali. Kesehatan dapat berubah menjadi sakit, dan waktu luang dapat berubah menjadi kesibukan. Karena itu, jangan menunggu kehilangan sebuah nikmat untuk menyadari betapa berharganya nikmat tersebut,” pesannya.

Bersyukur dengan Memanfaatkan Nikmat

Kultum ditutup dengan ajakan kepada seluruh jamaah untuk senantiasa mensyukuri nikmat Allah SWT. Syukur, menurutnya, tidak cukup hanya diwujudkan melalui ucapan Alhamdulillah, tetapi juga dengan menggunakan setiap nikmat yang diberikan Allah untuk beribadah, berbuat baik, dan memberikan manfaat kepada orang lain.

“Selagi kita masih sehat dan memiliki waktu, mari kita gunakan untuk memperbanyak ibadah, meningkatkan kualitas diri, dan memberikan manfaat bagi orang lain. Jangan sampai kita baru menyadari nilai sebuah nikmat setelah nikmat tersebut Allah ambil,” pungkas Muhammad Nafik.

Melalui Kultum Dhuhur ini, Kemenag Kota Pasuruan terus mendorong penguatan nilai-nilai keagamaan di lingkungan kerja, sekaligus mengajak seluruh jajaran untuk menjadikan waktu dan kesehatan sebagai sarana meningkatkan kualitas ibadah serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *