Kemenag Jatim Perkuat Skill Humas Hadapi Media dan Kelola Isu
Menghadapi arus informasi yang bergerak semakin cepat, praktisi humas Kementerian Agama dituntut tak hanya piawai membuat berita, tetapi juga siap menghadapi media dan mengelola isu. Karena itu, Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur bersama Pokja Humas menggelar Peningkatan Kapasitas Kehumasan dengan fokus pada Media Handling dan Manajemen Isu di Leedon Hotel & Suites Surabaya, 21–22 September 2026.
Kegiatan ini menjadi ruang penguatan kompetensi bagi para praktisi humas agar semakin adaptif dalam menyampaikan informasi publik, membangun komunikasi yang efektif dengan media, serta merespons isu secara tepat sebelum berkembang menjadi krisis komunikasi.
Dalam pembukaan kegiatan, Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur, Dr. Ahmad Sruji Bahtiar, M.Pd.I., menekankan bahwa publikasi menjadi bagian penting dalam memperlihatkan berbagai program dan layanan Kementerian Agama kepada masyarakat. Setiap kegiatan dan inovasi yang dilakukan perlu dikomunikasikan secara optimal agar masyarakat mengetahui manfaat yang diberikan oleh Kementerian Agama.
“Masyarakat perlu tahu apa yang dilakukan Kementerian Agama untuk mereka. Karena itu, setiap program dan layanan perlu dipublikasikan dengan baik agar manfaatnya dapat diketahui dan dirasakan lebih luas,” demikian pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Di tengah derasnya arus informasi dan maraknya hoaks maupun buzzer, praktisi humas juga didorong untuk semakin aktif menghadirkan informasi yang benar melalui kanal komunikasi resmi.
“Kalau kita ingin memerangi hoaks, jangan hanya sibuk membantah. Humas harus lebih gencar menggemakan kebenaran melalui media sosial dengan informasi yang faktual dan dapat dipertanggungjawabkan,” menjadi salah satu penguatan dalam kegiatan.
Kehadiran humas juga dinilai penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi. Karena itu, komunikasi publik tidak cukup hanya berbicara tentang program, tetapi juga perlu menghadirkan suara masyarakat melalui survei dan testimoni penerima layanan.
Para peserta turut mendapatkan penguatan mengenai pentingnya meningkatkan literasi untuk menghasilkan berita yang berkualitas. Kemampuan memilih sudut pandang, menyusun informasi secara menarik, serta membuat judul yang mampu menarik perhatian pembaca menjadi bagian penting dalam pengelolaan konten kehumasan.
Materi Media Handling dan Manajemen Isu disampaikan oleh Indriani Siswanti, Deputy Head of Corporate Communications, Government Relations, Corporate Affairs Mining & Heavy Industry I Crisis & Reputation Management, sekaligus Ketua Perhumas Surabaya Raya. Ia memberikan penguatan kepada para praktisi humas mengenai cara menghadapi media secara profesional sekaligus mengelola isu komunikasi sebelum berkembang menjadi krisis. Para peserta sangat antusias sepanjang kegiatan, terbukti dengan banyaknya interaksi yang dilakukan dengan pemateri, melalui sesi tanya jawab.
Kegiatan tersebut turut diikuti para praktisi humas di lingkungan Kementerian Agama se-Jawa Timur. Pranata Humas Kemenag Kota Pasuruan, Devina Ferling, S.I.Kom., hadir secara langsung dalam kegiatan sebagai bagian dari upaya memperkuat kompetensi kehumasan dan komunikasi publik di lingkungan Kemenag Kota Pasuruan.
