Jangan Jadikan Dunia Pusat Kekhawatiran, Pesan Khusus dalam Kultum Kemenag Kota Pasuruan

  • Humas Kemenag
  • Disukai 1
  • Dibaca 20 Kali

Suasana khusyuk menyelimuti Musala Al-Ikhlas Kementerian Agama Kota Pasuruan pada Senin (22/6/2026) saat dilaksanakan kegiatan kuliah tujuh menit (kultum) rutin yang diikuti oleh seluruh pegawai. Kegiatan kali ini menghadirkan Khamzah, S.Pd.I., Penyuluh Agama Islam KUA Panggungrejo, sebagai penceramah.

Dalam tausiyahnya, Khamzah mengangkat sebuah ungkapan hikmah yang sarat makna:

“Hamud dunya zulmatun fil qalbi, wa hammul akhirati nurun fil qalbi.”

Yang berarti, “Kecemasan terhadap dunia adalah kegelapan di dalam hati, sedangkan kecemasan terhadap akhirat adalah cahaya di dalam hati.”

Menurutnya, ungkapan tersebut mengajak setiap muslim untuk mengevaluasi apa yang paling dominan menguasai hati dan pikirannya. Kecemasan terhadap urusan dunia yang berlebihan, seperti harta, jabatan, dan gengsi, dapat membuat hati menjadi gelisah, mudah iri, serta jauh dari ketenangan.

“Ketika dunia dijadikan tujuan utama, seseorang akan terus merasa kurang dan takut kehilangan. Akibatnya, hati menjadi gelap karena dipenuhi kegelisahan,” tutur Khamzah di hadapan jamaah.

Sebaliknya, rasa khawatir terhadap kehidupan akhirat justru menjadi cahaya yang membimbing manusia untuk senantiasa memperbaiki diri. Kecemasan akan amalan yang belum sempurna dan keinginan meraih ridha Allah akan mendorong seseorang untuk lebih berhati-hati dalam bertindak, mudah bersyukur, dan tetap istiqamah dalam menjalani kehidupan.

“Kecemasan terhadap akhirat bukanlah ketakutan yang melemahkan, tetapi kesadaran yang menguatkan. Ia menjadi cahaya yang menuntun kita untuk selalu menimbang setiap langkah berdasarkan nilai-nilai kebaikan dan orientasi akhirat,” jelasnya.

Khamzah menegaskan bahwa Islam tidak melarang umatnya untuk bekerja keras dan mengurus urusan dunia. Namun, dunia hendaknya diposisikan sebagai sarana untuk meraih kebahagiaan akhirat, bukan menjadi pusat segala kekhawatiran.

“Silakan mencari nafkah, berkarya, dan berprestasi. Tetapi jangan sampai dunia menguasai hati kita. Jadikan dunia sebagai jalan menuju akhirat, sehingga hati tetap bercahaya dan senantiasa dekat kepada Allah SWT,” pungkasnya.

Kegiatan kultum pagi yang rutin dilaksanakan di Musala Al Ikhlas ini menjadi salah satu ikhtiar Kementerian Agama Kota Pasuruan dalam memperkuat pembinaan spiritual pegawai, sekaligus menanamkan nilai-nilai keagamaan agar tetap menjadi pedoman dalam menjalankan tugas dan pengabdian kepada masyarakat.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *