Hangat dan Penuh Kekeluargaan, Dakwah Komunitas KUA Bugul Kidul Sapa Masyarakat Marginal
Penyuluh Agama Islam KUA Bugul Kidul kembali menggelar kegiatan penyuluhan dakwah komunitas yang rutin dilaksanakan setiap pekan. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu (29/4) pukul 07.45 hingga 08.30 WIB, bertempat di halaman parkir Klinik Al-Aziz, Jalan Erlangga, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan.
Kegiatan tersebut diikuti jamaah dari berbagai latar belakang, mulai dari anak jalanan (anjal), gelandangan dan pengemis (gepeng), hingga para pengemudi ojek online (ojol). Suasana penyuluhan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan, mencerminkan semangat kebersamaan dalam membangun kesadaran beragama di tengah masyarakat.
Pada kesempatan ini, Ustadz Mohammad Badrul Huda, S.Pd.I. selaku penceramah menyampaikan materi bertema “Luwes dan Longgar: Salah Satu Etika Saat Berinteraksi Sosial.” Tema tersebut dipilih sebagai upaya memberikan pemahaman tentang pentingnya sikap fleksibel dan toleran dalam kehidupan bermasyarakat, tanpa mengabaikan nilai-nilai syariat Islam.
Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa salah satu bentuk adab dalam pergaulan adalah bersikap luwes dan tidak kaku dalam menyikapi perbedaan. Menurutnya, sikap ini sangat penting untuk menciptakan keharmonisan dan memperkuat kerukunan antarindividu.
“Dalam kehidupan sosial, kita dituntut untuk mampu menyesuaikan diri dengan kondisi dan kebiasaan masyarakat sekitar, selama hal tersebut tidak bertentangan dengan ajaran agama,” ungkapnya di hadapan para jamaah.
Beliau juga mengutip perkataan Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu ketika ditanya tentang etika yang baik dalam kehidupan bermasyarakat:
موافقة الناس في كل شيئ ما عدا المعاصي
Artinya: “Menyesuaikan diri dengan masyarakat setempat dalam segala hal, kecuali jika itu adalah kemaksiatan.”
Pesan tersebut menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara nilai agama dan realitas sosial dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, beliau turut menyampaikan pandangan Al-Imam Al-Ghazali rahimahullah:
وحسن الخلق مع الناس ألا تحمل الناس على مراد نفسك، بل تحمل نفسك على مرادهم ما لم يخالفوا الشرع
Artinya: “Di antara bentuk akhlak yang baik dalam pergaulan adalah engkau tidak memaksa orang lain mengikuti kehendakmu, namun engkau menyesuaikan dirimu dengan kehendak mereka selama tidak bertentangan dengan syariat.”
Pesan ini menjadi penguat bahwa keluwesan dalam bersikap merupakan bagian dari akhlak mulia yang harus dimiliki setiap Muslim.
Para peserta tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut. Beberapa di antaranya menyampaikan bahwa materi yang diberikan sangat relevan dengan kehidupan mereka sehari-hari, khususnya dalam berinteraksi dengan beragam karakter masyarakat di jalanan.
Kegiatan penyuluhan ini merupakan bagian dari program pembinaan keagamaan yang diinisiasi oleh Penyuluh Agama Islam KUA Bugul Kidul, dengan tujuan meningkatkan pemahaman keagamaan sekaligus membangun karakter sosial yang baik di kalangan masyarakat marginal.
Acara ditutup dengan doa bersama, memohon keberkahan dan kemudahan dalam menjalani kehidupan. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan sarapan gratis bersama sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus mempererat ukhuwah antarjamaah.
Melalui kegiatan ini, diharapkan nilai-nilai keluwesan, toleransi, dan akhlak mulia semakin tertanam dalam kehidupan masyarakat, sehingga tercipta lingkungan sosial yang harmonis, damai, dan berlandaskan nilai-nilai keislaman.
