Don’t Rush, Just Grow : SMAN 4 Kota Pasuruan Tutup Rangkaian THE MOST KUA dengan Edukasi Mental dan Pencegahan Pernikahan Dini

  • KUAPANGGUNGREJO
  • Disukai 1
  • Dibaca 29 Kali

Kemeriahan dan antusiasme siswa SMAN 4 Kota Pasuruan mencapai puncaknya pada hari keempat sekaligus hari terakhir pelaksanaan program THE MOST KUA (Move for Sakinah Maslahat), Kamis (12/3). Mengusung tema filosofis “Don’t Rush, Just Grow”, sesi penutup ini difokuskan untuk membekali siswa dengan kesiapan mental serta pemahaman yang lebih mendalam mengenai risiko pernikahan di usia muda.

Kegiatan yang berlangsung di aula sekolah tersebut menghadirkan dua narasumber yang mengupas isu krusial remaja dari sudut pandang kesehatan dan psikologi sosial.

Kesehatan Reproduksi dan Investasi Mental

Sesi pertama disampaikan oleh Indria Mawaddah, S.Ag. Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa kesehatan mental dan kesehatan reproduksi merupakan dua aspek penting yang tidak dapat dipisahkan dalam proses tumbuh kembang remaja.

Indria menjelaskan bahwa kemampuan mengelola emosi menjadi kunci agar remaja tidak mudah terjebak dalam perilaku berisiko. Ia juga mengajak para siswa untuk menjaga kehormatan diri serta memahami fungsi reproduksi sebagai amanah yang harus dijaga demi masa depan yang lebih baik.

Dampak Nyata Pernikahan Dini

Memasuki sesi kedua, Muhammad Nafik, S.Psi. mengulas fenomena pernikahan dini yang masih menjadi tantangan di tengah masyarakat. Selaras dengan tema kegiatan, ia mengingatkan para remaja agar tidak terburu-buru mengambil keputusan besar dalam hidup sebelum memiliki kematangan fisik, mental, dan sosial.

Dalam pemaparannya, Nafik menjelaskan beberapa dampak utama dari pernikahan dini, antara lain:

  1. Dampak fisik, yaitu meningkatnya risiko kesehatan bagi ibu muda serta potensi stunting pada anak.

  2. Dampak mental, berupa ketidaksiapan psikologis dalam menghadapi dinamika dan konflik rumah tangga.

  3. Dampak sosial, seperti terhambatnya akses pendidikan serta terbatasnya kesempatan untuk mengembangkan potensi diri.

  4. Solusi, yaitu dengan membangun manajemen diri yang baik serta fokus pada pencapaian akademik dan pengembangan bakat.

Tumbuhlah dengan perlahan namun pasti. Fokuslah pada pengembangan kapasitas diri sebelum memikul tanggung jawab orang dewasa,” pesan Nafik di hadapan para siswi kelas XI.

Penutupan yang Berkesan

Rangkaian kegiatan THE MOST KUA yang berlangsung selama empat hari ini pun resmi ditutup dengan penuh kesan. Melalui program edukatif ini, pihak sekolah berharap para siswa SMAN 4 Kota Pasuruan semakin memiliki ketahanan mental yang kuat serta mampu menjadi agen perubahan dalam upaya mencegah pernikahan dini di lingkungan sekitarnya.

Dengan berakhirnya sesi hari ini, para siswa diharapkan tidak hanya membawa pulang pengetahuan, tetapi juga komitmen untuk terus bertumbuh sesuai dengan tahapan usia mereka—sejalan dengan semangat “Don’t Rush, Just Grow.”




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *