Di Era Digital, Kemenag Kopas Ingatkan Siswa SMPN 10: Adab Tetap Nomor Satu

  • KUA_GADINGREJO
  • Disukai 1
  • Dibaca 11 Kali

Adab menjadi bekal penting bagi remaja di tengah derasnya perkembangan teknologi dan media sosial. Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) yang digelar Kantor Urusan Agama (KUA) Gadingrejo Kota Pasuruan di SMPN 10 Kota Pasuruan, Jumat (2/10/2026).

Mengusung tema “Pentingnya Adab, Terutama kepada Orang Tua dan Guru”, kegiatan ini diikuti siswa-siswi kelas IX SMPN 10 Pasuruan. Para peserta mengikuti rangkaian materi dengan antusias dan tertib hingga kegiatan berakhir.

Penyuluh Agama Islam KUA Gadingrejo, Ustadzah Syafi’ah, S.Pd.I., mengawali kegiatan dengan membahas pengertian dan hikmah adab. Ia menekankan bahwa adab tidak hanya berkaitan dengan sopan santun, tetapi juga menjadi bagian penting dalam membentuk karakter dan keberkahan ilmu.

“Kalau ilmu membuat kita pintar, adab membuat ilmu kita berkah dan kita dihormati,” jelasnya.

Materi kemudian dilanjutkan Ustadz Samsul Arif, Penyuluh Agama Islam KUA Gadingrejo. Ia mengajak para siswa memahami bahwa adab harus hadir dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari adab kepada Allah, Rasulullah, orang tua, guru, teman, hingga saat bermedia sosial.

“Adab itu bukan hanya teori. Adab harus menjadi kebiasaan. Termasuk ketika menggunakan media sosial, kita harus mampu menyaring sebelum sharing,” paparnya.

Sementara itu, Ustadz Akhmad Rifai, S.Pd.I., memberikan penguatan tentang adab kepada orang tua. Ia mengingatkan para siswa agar tidak melupakan peran dan doa orang tua dalam setiap langkah kehidupan.

“Setinggi apa pun cita-cita kalian, jangan pernah melupakan doa orang tua. Jangan menyakiti hati mereka, bahkan dengan perkataan yang sederhana sekalipun,” pesannya.


Dalam sesi ini, siswa diajak mempraktikkan bentuk-bentuk berbakti kepada orang tua, seperti berbicara dengan lembut, membantu pekerjaan di rumah, mendoakan orang tua, menaati nasihat dalam kebaikan, meminta maaf ketika melakukan kesalahan, serta menjaga nama baik keluarga.

Antusiasme siswa semakin terlihat saat sesi tanya jawab. Sejumlah peserta aktif menyampaikan pertanyaan, mulai dari cara berbakti kepada orang tua yang telah meninggal hingga bagaimana menjaga adab kepada guru dalam berbagai situasi.

Kegiatan yang dipandu tim KUA Gadingrejo tersebut ditutup dengan doa bersama. Melalui BRUS ini, KUA Gadingrejo berharap para siswa tidak hanya tumbuh menjadi generasi yang berilmu, tetapi juga memiliki karakter, akhlak, dan adab yang baik dalam kehidupan sehari-hari.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *