BRUS KUA Bugul Kidul di SMK Shalahuddin: Menguatkan Karakter, Menyemai Generasi Qur’ani

  • KUA_BUGULKIDUL
  • Disukai 3
  • Dibaca 55 Kali

Tim fasilitator dari KUA Bugul Kidul Kota Pasuruan kembali hadir menyapa dan membersamai para remaja dalam kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) di SMK Shalahuddin Pasuruan. Kehadiran tim disambut dengan antusias tinggi oleh para siswa yang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan secara aktif, interaktif, dan penuh semangat.

BRUS merupakan salah satu ikhtiar KUA dalam memberikan pendampingan, pembinaan, serta penguatan karakter bagi remaja usia sekolah. Melalui pendekatan yang komunikatif, dialogis, dan menyenangkan, para fasilitator berupaya menghadirkan ruang belajar yang tidak hanya informatif, tetapi juga menyentuh sisi emosional dan spiritual peserta didik.

Dalam kegiatan tersebut, fasilitator utama, Mohammad Fatih Syirojul Haq, memandu jalannya acara dengan penuh energi dan kedekatan. Ia didampingi oleh tim yang solid, yakni Ustadz Ainul Yaqin, Ustadz Badrul Huda, Ustadz Sulthon Fathoni, Ustadzah Lailatul Mahmudah, serta Ustadzah Zuhrotul Laily. Kolaborasi para fasilitator menjadikan suasana kegiatan semakin hidup, dinamis, dan penuh keakraban.

Kegiatan BRUS dikemas melalui empat permainan edukatif yang sarat makna. Game pertama, “Mengenali Diri”, mengajak siswa untuk memahami potensi, kelebihan, serta tantangan dalam diri masing-masing. Melalui refleksi sederhana namun mendalam, peserta disadarkan bahwa setiap individu memiliki keunikan dan peran penting dalam meraih masa depan.

Game kedua, “Membangun Jembatan Harapan”, menjadi sesi yang membangkitkan motivasi. Para siswa diajak merancang impian dan cita-cita, lalu menyusunnya dalam langkah-langkah konkret dan terukur. Pesan yang ditekankan adalah bahwa kesuksesan tidak hadir secara instan, melainkan membutuhkan perencanaan matang, usaha sungguh-sungguh, serta doa yang berkelanjutan.

Pada game ketiga, “Tantangan dan Problematika Remaja”, peserta berdiskusi mengenai berbagai persoalan yang kerap dihadapi generasi muda, mulai dari pergaulan, tekanan teman sebaya, hingga tantangan menjaga akhlak di era digital. Dengan pendekatan terbuka dan dialogis, para fasilitator menghadirkan ruang berbagi sekaligus memberikan penguatan nilai-nilai keagamaan sebagai landasan dalam mengambil keputusan yang bijak.

Game keempat, “RQQ (Remaja Qeren Qur’ani)”, menjadi penutup yang inspiratif. Melalui permainan ini, siswa diajak semakin dekat dengan Al-Qur’an dan menjadikan nilai-nilainya sebagai pedoman hidup. Suasana semakin semarak ketika para peserta menunjukkan kekompakan dan semangat tinggi dalam menyelesaikan setiap tantangan yang diberikan.

Di sela-sela rangkaian permainan, suasana semakin cair melalui ice breaking “Pijat Hujan Rintik”. Aktivitas sederhana ini berhasil menciptakan gelak tawa, mempererat kebersamaan, serta menghilangkan kejenuhan sehingga kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keceriaan.

Secara keseluruhan, kegiatan BRUS di SMK Shalahuddin Pasuruan berjalan lancar dan penuh makna. Antusiasme para siswa menjadi bukti bahwa pendekatan pembinaan remaja melalui metode partisipatif dan menyenangkan sangat efektif dalam menyampaikan pesan-pesan moral dan spiritual.

Melalui kegiatan ini, KUA Bugul Kidul Kota Pasuruan berharap dapat terus berkontribusi dalam membentuk generasi muda yang tangguh, berkarakter, dan berakhlakul karimah. Pendampingan yang berkelanjutan diharapkan menjadi bekal berharga bagi para remaja dalam menghadapi dinamika kehidupan, sekaligus mewujudkan generasi Qur’ani yang membanggakan agama, bangsa, dan negara. (FAT)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *