BRUS Kemenag Kopas Hadir di SMAN 3 Pasuruan, Ajak Siswa Jadi Generasi Moderat dan Berakhlak

  • Humas Kemenag
  • Disukai 2
  • Dibaca 16 Kali

Membahas keberagaman, pergaulan remaja, hingga bijak bermedia sosial, kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) di SMAN 3 Pasuruan berlangsung hangat dan interaktif. Menggandeng penyuluh agama Islam Kemenag Kota Pasuruan, kegiatan yang digelar Jumat (25/9/2026) ini diikuti siswa kelas X bersama guru pendamping.

Bertempat di SMAN 3 Pasuruan, Jalan Simpang Tiga Slamet Riyadi, Kecamatan Sebani, kegiatan BRUS dikemas santai dengan materi yang dekat dengan keseharian remaja. Dua topik utama menjadi bahasan, yakni makna Moderasi Beragama dan penerapannya di lingkungan sekolah.

Materi pertama disampaikan Penyuluh Agama Islam KUA Gadingrejo, Ustadz Akhmad Rifai, S.Pd.I. Ia mengajak siswa memahami Moderasi Beragama secara utuh, bukan sekadar istilah, tetapi sebagai cara pandang dan sikap dalam menjalankan kehidupan beragama.

“Moderasi bukan berarti memoderasi agama atau melemahkan agama. Agamanya tetap sempurna. Yang dimoderasi adalah cara kita dalam memahami dan mengamalkan agama agar tidak terjebak pada sikap ekstrem kanan yang kaku dan mudah menyalahkan orang lain, maupun ekstrem kiri yang terlalu bebas dan meremehkan ajaran agama,” jelasnya.

Menurutnya, sikap moderat tercermin melalui empat indikator utama, yakni komitmen kebangsaan, toleransi, penolakan terhadap kekerasan, serta penerimaan terhadap tradisi lokal yang tidak bertentangan dengan ajaran agama.


Pembahasan kemudian berlanjut pada materi Implementasi Moderasi Beragama di Lingkungan Sekolah yang disampaikan Penyuluh Agama Islam KUA Gadingrejo, Ustadzah Syafiah, S.Pd.I.

Ia menegaskan bahwa sekolah merupakan miniatur Indonesia yang di dalamnya terdapat beragam latar belakang, karakter, suku, budaya, hingga cara pandang.

“Implementasi moderasi di sekolah sangat sederhana. Contohnya menghormati teman yang berbeda suku dan pendapat, tidak melakukan bullying dengan alasan agama, saling membantu tanpa melihat latar belakang, dan bijak dalam bermedia sosial dengan tidak mudah menyebarkan ujaran kebencian,” paparnya.

Materi juga dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari, termasuk pentingnya menjaga ibadah dalam berbagai kondisi sebagai bagian dari komitmen keberagamaan yang seimbang. Agar suasana tidak monoton, penyampaian materi diselingi kuis interaktif berhadiah yang membuat siswa semakin aktif dan antusias mengikuti kegiatan.

Antusiasme siswa berlanjut dalam sesi tanya jawab yang dipandu Ustadz Samsul Arif. Beragam pertanyaan muncul, mulai dari persoalan pergaulan remaja, penerapan moderasi dalam pertemanan, hingga cara menjaga kerukunan di lingkungan sekolah yang memiliki keberagaman.

Diskusi berlangsung cair dan komunikatif. Para siswa tidak hanya menjadi pendengar, tetapi turut menyampaikan pengalaman dan pandangan mereka terkait kehidupan remaja di tengah keberagaman.

Perwakilan guru pendamping, Ibu Faridah dan Bapak Ibnu, mengapresiasi pelaksanaan BRUS yang dinilai relevan dengan kebutuhan siswa saat ini.

“Kegiatan ini sangat positif dan sangat dibutuhkan anak-anak zaman sekarang. Semoga kerja sama dengan Kemenag terus berlanjut,” ungkapnya.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin Ustadz Akhmad Rifai. Melalui BRUS, Kemenag Kota Pasuruan berharap para siswa tidak hanya tumbuh menjadi generasi yang berprestasi, tetapi juga memiliki pemahaman keagamaan yang moderat, mampu menghargai perbedaan, bijak dalam pergaulan dan bermedia sosial, serta tetap berpegang pada akhlakul karimah.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *