Bersama UNIWARA, Kemenag Kota Pasuruan Bekali Mahasiswa Kunci Keluarga Harmonis, Produktif, dan Berkemaslahatan

  • Humas Kemenag
  • Disukai 9
  • Dibaca 81 Kali

Universitas PGRI Wiranegara (UNIWARA) menggelar kuliah tamu bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) serta Pendidikan Agama Islam (PAI) dengan mengangkat tema “Peran Mahasiswa dalam Menyiapkan Kehidupan Keluarga yang Harmonis, Produktif, dan Berkemaslahatan di Era Modern.” Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk memahami pentingnya mempersiapkan kehidupan berkeluarga sejak masa perkuliahan sebagai bekal menghadapi dinamika kehidupan di era modern.

Hadir sebagai narasumber, Muhammad Nafik, S.Psi, Penyuluh Agama Islam Kantor Kementerian Agama Kota Pasuruan. Kehadirannya mencerminkan komitmen Kementerian Agama dalam memberikan edukasi kepada generasi muda mengenai pentingnya membangun ketahanan keluarga sebagai fondasi terciptanya masyarakat yang berkualitas.

Kegiatan dibuka oleh Jakaria Umro, M.Pd.I, Dosen Tetap Program Studi PPKn Fakultas Teknologi dan Sains UNIWARA sekaligus dosen pendamping. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin antara UNIWARA dan Kementerian Agama Kota Pasuruan.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Muhammad Nafik dan Kantor Kementerian Agama Kota Pasuruan atas kesediaannya berbagi ilmu dan pengalaman. Di tengah derasnya perkembangan teknologi dan perubahan sosial, kesiapan membangun keluarga tidak lagi dapat dipandang sebelah mata. Mahasiswa PPKn dan PAI diharapkan mampu menyelaraskan nilai-nilai kebangsaan dan nilai-nilai agama sebagai fondasi utama dalam membangun keluarga yang berkualitas,” ujarnya.

Dalam pemaparannya, Muhammad Nafik menjelaskan bahwa membangun keluarga yang kokoh tidak hanya memerlukan kesiapan ekonomi, tetapi juga kesiapan psikologis, spiritual, dan sosial. Menurutnya, terdapat tiga visi utama yang perlu dipersiapkan oleh generasi muda dalam membangun keluarga masa depan.

Pertama, keluarga harmonis, yaitu keluarga yang dibangun atas dasar kematangan emosional, komunikasi yang sehat, serta ikatan spiritual yang kuat sehingga mampu mewujudkan rumah tangga yang sakinah.

Kedua, keluarga produktif, yakni keluarga yang tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan konsumtif, tetapi juga mampu melahirkan kreativitas, inovasi, serta memberikan kontribusi positif di bidang ekonomi, pendidikan, maupun sosial.

Ketiga, keluarga berkemaslahatan, yaitu keluarga yang tidak hanya memberikan manfaat bagi anggotanya sendiri, tetapi juga mampu menjadi sumber kebaikan, kedamaian, dan kebermanfaatan bagi masyarakat luas.

Untuk mewujudkan ketiga visi tersebut, Muhammad Nafik menegaskan pentingnya membangun rumah tangga berdasarkan empat pilar pernikahan dalam Islam, yaitu:

  1. Zawaj (Berpasangan), yakni memandang suami dan istri sebagai mitra sejajar yang saling melengkapi, mendukung, dan bekerja sama dalam kehidupan rumah tangga.
  2. Mitsaqan Ghalizhan (Janji yang Kokoh), yaitu memahami pernikahan sebagai ikatan suci yang dilandasi komitmen dan tanggung jawab di hadapan Allah SWT.
  3. Mu’asyarah bil Ma’ruf (Kesalingan), yakni membangun hubungan yang dilandasi sikap saling menghormati, saling menyayangi, serta menjalankan hak dan kewajiban secara seimbang.
  4. Musyawarah, yaitu membiasakan komunikasi yang terbuka dan pengambilan keputusan bersama dalam menyelesaikan berbagai persoalan keluarga.

“Apabila tiga visi dan empat pilar ini dipahami serta dipersiapkan sejak bangku kuliah, maka mahasiswa akan lebih siap menjadi pelopor lahirnya keluarga-keluarga tangguh yang mampu menghadapi tantangan zaman,” ungkap Muhammad Nafik.

Kuliah tamu berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari mahasiswa PPKn dan PAI. Berbagai pertanyaan mengemuka dalam sesi diskusi, mulai dari penerapan prinsip kesalingan dalam rumah tangga, pengelolaan konflik keluarga, hingga tantangan pengasuhan anak (parenting) di era digital.

Melalui kegiatan ini, UNIWARA kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kematangan karakter, kesiapan sosial, serta pemahaman yang kuat tentang pentingnya membangun keluarga yang harmonis, produktif, dan berkemaslahatan sebagai fondasi terciptanya peradaban bangsa yang lebih baik.




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *