Tausiah Ramadhan di Lapas Kelas IIB Kota Pasuruan, Kemenag Ajak Warga Binaan Maksimalkan Ibadah
Suasana khidmat menyelimuti Masjid At-Taubah Lapas Kelas IIB Kota Pasuruan pada Jumat malam Sabtu (13/3). Sekitar 80 warga binaan pemasyarakatan mengikuti rangkaian kegiatan ibadah Ramadhan yang dilaksanakan setelah sholat Isya dan tarawih berjamaah.
Kegiatan diawali dengan pelaksanaan sholat Isya berjamaah yang dilanjutkan dengan sholat tarawih berjamaah. Setelah itu, para jamaah bersama-sama memanjatkan doa memohon keberkahan dan ampunan Allah SWT di bulan suci Ramadhan.
Usai rangkaian ibadah tersebut, kegiatan dilanjutkan dengan tausiah Ramadhan yang disampaikan oleh Ustadz M. Sulthon Fathoni, S.Pd.I, yang merupakan Penyuluh Agama Islam dari KUA Bugul Kidul. Dalam tausiahnya, ia mengangkat tema “Memanfaatkan Sisa Ramadhan dengan Ketaatan Maksimal”.
Dalam penyampaiannya, Ustadz Sulthon mengajak para jamaah untuk memanfaatkan momentum Ramadhan sebagai kesempatan meraih ampunan Allah SWT. Ia menjelaskan bahwa begitu besar keutamaan ibadah di bulan suci ini.
“Di bulan Ramadhan, Allah memberikan banyak kemudahan untuk meraih pahala dan ampunan. Tidurnya orang yang berpuasa bernilai ibadah, diamnya seperti bertasbih, ibadah sunah dicatat seperti ibadah fardu, dan ibadah wajib dilipatgandakan pahalanya hingga 70 kali lipat,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa di bulan Ramadhan terdapat malam Lailatul Qadar yang nilainya lebih baik dari seribu bulan atau lebih dari 84 tahun. Oleh karena itu, menurutnya sangat merugi bagi orang yang melewati bulan Ramadhan namun tidak mendapatkan ampunan Allah SWT.
Lebih lanjut, ia juga menyampaikan bahwa salah satu golongan yang dapat terhalang dari ampunan Allah adalah mereka yang durhaka kepada kedua orang tua.
Kegiatan tausiah berlangsung dengan penuh perhatian dari para jamaah. Acara kemudian ditutup dengan pelaksanaan sholat witir tiga rakaat dengan bacaan qunut, yang diakhiri dengan doa bersama.
Melalui kegiatan ini diharapkan para warga binaan dapat semakin meningkatkan keimanan dan ketakwaan, serta memanfaatkan sisa bulan Ramadhan dengan memperbanyak ibadah dan memperbaiki diri.
