Kultum Bakda Dhuhur Kemenag Kota Pasuruan: Ramadhan Istimewa bagi Hati yang Beriman

  • KUA_BUGULKIDUL
  • Disukai 1
  • Dibaca 84 Kali

Musholla Al-Ikhlas Kantor Kementerian Agama Kota Pasuruan kembali menggelar rutinitas religi kultum bakda Dhuhur pada Selasa (03/03). Memasuki hari ke-13 Ramadhan 1447 H, tausiyah disampaikan oleh Ustadz M. Ainul Yaqin, Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Bugul Kidul, di hadapan para pegawai dan jamaah internal Kemenag Kota Pasuruan.

Dalam penyampaiannya, Ustadz Ainul Yaqin menegaskan bahwa kemuliaan bulan Ramadhan bersifat mutlak dan tidak berubah. Namun, rasa dan maknanya bagi setiap individu sangat ditentukan oleh kualitas iman masing-masing. Ia mengutip hadis masyhur yang membagi Ramadhan dalam tiga fase:

“Awal bulan Ramadhan adalah rahmat, pertengahannya adalah ampunan, dan akhirnya adalah pembebasan dari api neraka.”

Menurutnya, keistimewaan Ramadhan tidak hanya terletak pada waktu dan momentum, tetapi juga pada kesiapan hati dalam menyambutnya.

“Ramadhan akan terasa istimewa jika kita sendiri yang mengistimewakannya. Jika iman kuat, kita akan antusias mengejar pahala yang dilipatgandakan melalui tadarus, sedekah, dan amal kebajikan lainnya. Sebaliknya, jika iman menurun, Ramadhan akan terasa hambar. Padahal, Ramadhan tidak berubah—yang berubah adalah kondisi hati kita,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan pentingnya menjaga kualitas puasa melalui dua pendekatan utama. Pertama, menjaga puasa dari hal-hal yang membatalkan secara syariat (fiqh), seperti disiplin dalam waktu imsak dan berbuka. Kedua, menjaga puasa dari perbuatan yang dapat mengurangi bahkan menggugurkan pahala.

“Banyak orang berpuasa namun hanya mendapatkan lapar dan dahaga semata. Mengapa? Karena lisan masih digunakan untuk ghibah, mata melihat yang haram, dan perut diisi dari harta yang tidak halal. Inilah yang harus kita hindari agar tidak termasuk golongan orang-orang yang merugi,” imbuhnya.

Mengakhiri tausiyah, Ustadz Ainul Yaqin mengajak seluruh jamaah untuk merefleksikan sabda Nabi Muhammad SAW tentang imanān wa ihtisāban—berpuasa dengan landasan iman dan mengharap rida Allah—sebagai kunci utama meraih ampunan dosa-dosa yang telah lalu.

Dengan semangat iman yang terus terjaga, diharapkan seluruh ASN Kemenag Kota Pasuruan dapat memaksimalkan sisa Ramadhan dan meraih keberkahan hingga bertemu malam Lailatul Qadar.(AIN)



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *